PM Malaysia Anwar Ibrahim Terkesima, Dukung Prabowo di KTT D-8 Mesir, Bersatu Bela Palestina

  • Bagikan

Nusawarta.id – Jakarta. Presiden RI, Prabowo Subianto menyerukan dukungan terhadap Palestina di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 Developing Eight (D-8). Hal itu menuai respon dari berbagai pihak.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo. Ia menyebut Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai sahabat.

“Saya sampaikan dukungan penuh terhadap ucapan sahabat karib saya, Presiden Prabowo Subianto semasa Sidang Kemuncak D-8 baru-baru ini di Kaherah, Mesir,” kata Anwar Ibrahim dikutip dari unggahannya di X, Sabtu malam (21/12/2024).

Apa yang disampaikan Prabowo, dinilainya sebagai sesuatu yang pahit. Namun berarti kebenaran.

“Presiden Prabowo telah menyampaikan kebenaran yang pahit namun penting untuk didepani dengan baik dan bijaksana terutamanya berkaitan hak kenegaraan Palestin yang merdeka dan berdaulat,” ucapnya.

“Justru, Malaysia dengan tuntas dan tegas mendukung kepengerusian Bapak untuk D-8 pada tahun 2025,” tambahnya.

Ia pun mengaku pihaknya akan bekerja sama dengan Indonesia. Untuk memastikan D-8 bersatu mendukung Palestina.

“Saya menantikan kerjasama erat dengan Indonesia untuk memastikan ia menjadi organisasi yang lebih dinamik dan terangkum,” imbuhnya.

Apalagi, kata Anwar, Indonesia dan Malaysia merupakan negara serumpun.

“Sebagai negara serumpun, Malaysia akan bersama dalam lipatan sejarah ini bagi mengangkat suara rakyat negara-negara membangun,” terangnya.

Sebelumnya, Prabowo menyoroti lemahnya solidaritas antar negara muslim pada isu yang terjadi di Palestina dan Suriah.

“Kita harus melihat realitas dari situasi ini. Kita selalu menyatakan dukungan untuk Palestina, Suriah, tapi dukungan yang seperti apa?” kata Prabowo dalam bahasa Inggris.

Prabowo mengatakan, sejumlah negara mengeluarkan pernyataan dukungan dan memberikan bantuan kemanusiaan pada negara lain. Namun, tidak diimbangi dengan langkah nyata untuk menciptakan perubahan.

Baca Juga  Pimpinan Baru Pertamina Didesak Tuntaskan Dugaan Konspirasi Kontrak PIMD

“Ketika saudara kita kesusahan, kita memberikan pernyataan dukungan dan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Maaf ini opini saya, tapi mari kita lihat realitasnya. Kita harus bekerja sama, menyamakan suara, dan tidak terpecah belah,” pungkasnya. (San/red)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *