Aksi Bajual Wadai 2026 Diluncurkan, Bupati Tanah Bumbu Perkuat Tradisi dan Ekonomi UMKM di Bulan Ramadhan

  • Bagikan
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, meluncurkan program Aksi Bajual Wadai 2026 selama Ramadhan. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Batulicin – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, secara resmi meluncurkan program Aksi Bajual Wadai 2026 sebagai upaya strategis dalam melestarikan budaya kuliner lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan ini digelar di Lapangan Depan Masjid Al-Falah, Simpang Empat, Batulicin, dan diikuti puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu.

Program Aksi Bajual Wadai menghadirkan beragam stan yang menjajakan kue-kue tradisional khas Banua, aneka takjil, serta minuman segar yang menjadi ikon kuliner Ramadhan di Kalimantan Selatan. Selain menjadi pusat transaksi jual beli, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial, budaya, dan spiritual yang mempererat kebersamaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Rudi Latif menegaskan bahwa Aksi Bajual Wadai merupakan tradisi yang memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat. Tradisi ini tumbuh dari semangat berbagi, kebersamaan, dan gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Banua sejak lama. Setiap wadai yang disajikan bukan sekadar makanan, melainkan menyimpan cerita, identitas, dan warisan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Baca Juga : Safari Ramadan Merah Putih, Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Sinergi dan Santuni Ratusan Warga

“Melalui Aksi Bajual Wadai, kita ingin memastikan bahwa kekayaan kuliner tradisional tetap lestari dan dikenal oleh generasi muda. Di saat yang sama, kita juga membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang nyata. Dengan menyediakan puluhan stan gratis bagi pelaku UMKM, pemerintah daerah berharap dapat mendorong peningkatan penjualan, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat struktur ekonomi kerakyatan di Tanah Bumbu. Perputaran ekonomi selama Ramadhan diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat.

Baca Juga  Peringati Hari Bumi, Pemkab Tanbu Tanamkan Nilai Spiritual Lewat Aksi Hijau

Tak hanya itu, Aksi Bajual Wadai 2026 juga diproyeksikan menjadi daya tarik wisata kuliner yang potensial. Kehadiran berbagai makanan khas Ramadhan diyakini mampu menarik minat masyarakat lokal maupun wisatawan dari daerah sekitar, sehingga berdampak positif pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga : Dokter Internship Perkuat Layanan Kesehatan, Tanah Bumbu Targetkan Mutu Pelayanan Lebih Optimal

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berkomitmen untuk terus mendukung keberlangsungan program ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui Aksi Bajual Wadai 2026, diharapkan terwujud harmoni antara tradisi, ekonomi, dan spiritualitas yang memperkuat jati diri daerah serta meningkatkan kesejahteraan warga.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *