Nusawarta.id, Banjarmasin – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) bersama Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong pengembangan kelapa genjah sebagai komoditas unggulan daerah. Langkah ini dilakukan melalui program pengawasan, monitoring lapangan, serta dukungan teknis bagi petani setempat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H Suripno Sumas, menegaskan komitmen komisi untuk memperkuat sektor perkebunan daerah. “Kami, komisi yang membidangi pertanian secara umum, terus berupaya mendorong perkebunan daerah agar dapat menjadi penggerak ekonomi lokal,” ujarnya saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Kamis.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Komisi II melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Satui, Tanah Bumbu, untuk memonitor perkembangan budidaya kelapa genjah. Rombongan diterima Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tanbu melalui Kepala Bidang Perkebunan, Agus DW, di Kantor Kecamatan Satui, Jalan Sumpul Km 7 RT 10 Makmur Mulia, sekitar 200 kilometer tenggara Banjarmasin.
Menurut Suripno, Kecamatan Satui memiliki potensi lahan sekitar 300 hektare yang siap dikembangkan menjadi pusat produksi kelapa genjah.
“Di Bumi Bersujud Tanbu, khususnya Kecamatan Satui, tersedia lahan 300 hektare untuk pengembangan kelapa genjah yang berpotensi menjadi komoditas unggulan Kalsel,” kata Suripno.
Monitoring ini dilakukan untuk memastikan kelancaran program pengembangan kelapa genjah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perkebunan. Dalam pertemuan tersebut, Komisi II dan jajaran dinas membahas strategi peningkatan produktivitas kelapa genjah, tantangan teknis yang dihadapi petani, serta solusi yang diperlukan agar program berjalan optimal.
Agus DW menekankan bahwa pengadaan bibit dalam bentuk biji lebih aman dan berkualitas, mendukung pertumbuhan tanaman secara maksimal. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan 300 hektare di Satui sebagai pusat pengembangan kelapa genjah sekaligus mendorong masyarakat beralih ke komoditas bernilai ekonomi tinggi. Selain kelapa genjah, warga juga mulai menanam kopi robusta dan tanaman pertanian lainnya.
Heri Purwanto dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kalsel menyatakan dukungan penuh Pemprov Kalsel untuk pengembangan kelapa genjah.
“Penanaman sudah dimulai dan diharapkan dapat diperluas, termasuk kemungkinan pembangunan fasilitas pengolahan seperti pabrik kelapa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pada tahun pertama, setiap petani kelapa genjah akan menerima bantuan sekitar Rp80 juta.
Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H Jahrian, menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara nyata. Bahkan, ia bersedia memberikan lahan secara sukarela untuk mendukung penanaman kelapa genjah.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Komisi II DPRD Kalsel pada 26–27 November 2025, yang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok I dipimpin Ketua Komisi II meninjau Pelabuhan Perikanan Batulicin, sementara Kelompok II dipimpin Wakil Ketua Komisi II, H Suripno Sumas, meninjau perkebunan kelapa genjah di Kecamatan Satui.
Dengan langkah strategis ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tanbu bersama DPRD Kalsel berharap pengembangan kelapa genjah dapat meningkatkan produksi pangan daerah, memperkuat swasembada, dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian masyarakat Kalimantan Selatan.












