Dorong Energi Terbarukan, PLN Indonesia Power UBP Asam Asam Bangun PLTS Apung 15.000 Watt

  • Bagikan
PLTU Apung di Asam-Asam

Nusawarta.id – Tanah Laut. Untuk mendorong transisi energi hijau, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Asam Asam telah melakukan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Apung (PLTS Apung) atau Floating PV di lingkungan PLTU Asam Asam. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta meningkatkan kontribusi energi terbarukan.

PLTS Apung yang dipasang di Ash Pond (Kolam Penampungan Abu Batubara) unit 3 dan 4 PLTU Asam Asam memiliki kapasitas 15 kW. Keberadaan kolam ini, yang tidak terisi abu batubara, menjadikannya lokasi yang aman dan ideal untuk pemasangan PLTS Apung. Dengan adanya sistem PLTS Apung, energi yang dihasilkan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di gedung administrasi PLTU Asam Asam.

Pemasangan PLTS Apung ini tidak hanya mendukung operasional PLTU Asam Asam, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung pencapaian target bauran energi terbarukan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan memanfaatkan ruang yang tidak terpakai, PLN Indonesia Power menunjukkan inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk keberlanjutan lingkungan.

“Melalui pemasangan PLTS Apung ini, kami berharap dapat semakin memperkuat kontribusi kami dalam transisi energi hijau, sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya alam secara lebih efisien,” ujar Manajer UBP Asam Asam bapak Reo Yanuar Hadi.

Baca Juga  Diskon Listrik PLN 50 Persen Sampai Kapan? Yuk Simak!

PLTS Apung PLTU Asam Asam ini adalah contoh konkret dari upaya PLN Indonesia Power untuk menghadirkan solusi energi terbarukan di lokasi-lokasi yang sebelumnya bergantung pada pembangkit energi fosil. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi model bagi pengembangan energi terbarukan lainnya di seluruh unit pembangkit PLN.

Dengan adanya proyek ini, PLN Indonesia Power UBP Asam Asam semakin berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengurangan dampak perubahan iklim, sambil memastikan keberlanjutan operasional pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan. (Arm/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *