Gubernur Lemhannas Tekankan Kemandirian Bangsa sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045

  • Bagikan
Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily dalam acara Pembukaan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan Ke-224 di Lemhannas, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Foto: Lemhannas RI/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Tubagus (TB) Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa kemandirian bangsa menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, seluruh elemen bangsa tidak dapat lagi bekerja secara biasa-biasa saja, melainkan harus membangun fondasi nasional yang kokoh dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Ace saat membuka kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PNNK) Angkatan Ke-224 di Lemhannas, Jakarta, Kamis (5/2). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kemandirian bangsa merupakan prasyarat mutlak agar Indonesia mampu berdiri sejajar dan berdaulat di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Fondasi itu adalah kemandirian bangsa. Kita harus berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang pangan, energi, air, pertahanan, dan ekonomi,” ujar Ace, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Baca Juga : Bahlil Waspadai Gejolak Harga Minyak akibat Konflik Iran-Israel

Ace menjelaskan, upaya menuju kemandirian bangsa tidak lepas dari berbagai tantangan strategis, mulai dari dinamika geopolitik global, ancaman ketahanan pangan dan energi, hingga tuntutan terhadap kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Oleh karena itu, menurutnya, dibutuhkan karakter bangsa yang kuat serta komitmen bersama dalam mengimplementasikan empat konsensus dasar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, Ace juga menekankan pentingnya Asta Cita sebagai bintang pemandu dalam membangun kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan ketahanan nasional yang tangguh.

Ia menegaskan bahwa penguatan nilai kebangsaan tidak hanya berfungsi sebagai nurani kebangsaan, tetapi juga berperan dalam memperkuat kohesi sosial, membangun kesadaran geopolitik, serta menjadi kompas moral bangsa dalam mencapai tujuan nasional. Nilai-nilai tersebut juga sangat penting dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga  Mahfud MD Yakin Prabowo Bakal Wujudkan Indonesia Emas: Tinggal SDM nya Saja..

“Kita ingin memastikan eksistensi, integritas, dan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara tetap terjaga,” ujarnya.

Ace berharap kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan Ke-224 dapat memperdalam pemahaman dan penghayatan peserta terhadap nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi persatuan dan kesatuan nasional. Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak pernah lelah mengembangkan diri.

Baca Juga : Didampingi Riki Sekjen Forum Alumni BEM, Ketum Bahlil Ziarah ke Makam Pendiri Ponpes Al Ashriyyah Nurul Iman Bogor 

“Jangan pernah lelah membekali diri, karena dari pelatihan inilah akan lahir para penggerak kebangsaan yang tangguh,” kata Ace.

Kegiatan PNNK Angkatan Ke-224 mengusung tema “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Program ini diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, terdiri atas 35 birokrat, 13 akademisi, 45 perwakilan organisasi profesi, enam organisasi masyarakat, serta 11 peserta dari unsur TNI dan Polri.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama delapan hari, mulai 5 hingga 12 Februari 2026, dan diharapkan mampu melahirkan kader-kader penggerak kebangsaan yang berintegritas, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan kuat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *