Haji Isam Tinjau Proyek Cetak Sawah Wanam, Pastikan PSN Ketahanan Pangan Berjalan Sesuai Target

  • Bagikan
Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad yang akrab disapa Haji Isam, menyambangi proyek cetak sawah di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (2/8/2026). (Foto: Inilah.com/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Merauke – Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan sapaan Haji Isam meninjau langsung proyek cetak sawah di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (2/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) ketahanan pangan yang dikerjakan melalui Jhonlin Group berjalan sesuai rencana.

Berdasarkan tayangan video yang beredar di media sosial pada Senin (3/8/2026), Haji Isam bersama rombongan tiba di Bandara Merauke sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi proyek. Mengenakan pakaian kasual berwarna abu-abu dipadukan dengan celana cokelat serta topi, ia tampak sederhana saat menuju kendaraan yang telah menunggunya.

Rombongan yang terdiri dari lima kendaraan kemudian bergerak menuju kawasan cetak sawah di Wanam. Setibanya di lokasi, Haji Isam meninjau langsung perkembangan proyek yang kini mulai menunjukkan perubahan signifikan. Hamparan sawah yang menghijau membentang luas menjadi gambaran kemajuan program pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, Haji Isam juga menyempatkan diri berdialog dengan warga setempat. Ia mengunjungi rumah-rumah masyarakat untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan harapan mereka terhadap pembangunan yang sedang berlangsung. Menurutnya, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar.

Baca Juga : Tunjukkan Kontribusi, Mahasiswa UM BBM Perbaiki Kerusakan Perangkat Elektronik Kantor Desa Sumberpasir

Kunjungan itu sekaligus menjadi bentuk komitmen dalam mengawal proyek yang diharapkan mampu mengubah kawasan Wanam menjadi salah satu lumbung pangan baru di Indonesia. Setelah meninjau sejumlah titik, Haji Isam bahkan terlihat mengemudikan sendiri kendaraan yang digunakannya untuk melanjutkan perjalanan di area proyek.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Provinsi Papua Selatan, Paino, mengatakan progres pembangunan terus berjalan secara bertahap. Pembukaan lahan terus dilakukan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan tata air dan akses jalan.

Baca Juga  Wamendagri Ribka Pastikan Program Gasing Yohanes Surya Terlaksana di Seluruh Papua

“Pekerjaan pembukaan lahan berjalan sesuai tahapan. Infrastruktur pendukung seperti tata air dan akses jalan juga terus dibangun agar lahan yang sudah dibuka bisa segera diolah dan ditanami,” ujar Paino, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, verifikasi luas lahan dilakukan secara berkala bersama Kementerian Pertanian dan pihak pelaksana guna memastikan seluruh pekerjaan sesuai dengan perencanaan. Meski menghadapi tantangan berupa kondisi lahan rawa, akses transportasi yang terbatas, serta tingginya curah hujan, pemerintah daerah tetap optimistis proyek dapat berjalan sesuai target.

Menurut Paino, penguatan sistem tata air menjadi salah satu fokus utama agar lahan dapat dimanfaatkan secara produktif. Selain itu, kebutuhan operator alat berat, penyediaan sarana produksi pertanian, serta pendampingan kepada petani juga terus dipersiapkan demi mendukung keberhasilan program.

Baca Juga : Anggota Komisi I DPR Minta Indonesia Aktif Dorong Penghentian Serangan AS ke Iran

Ia menegaskan, proyek cetak sawah di Wanam merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan nasional dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian. Pemerintah Provinsi Papua Selatan berperan dalam mengoordinasikan berbagai pihak agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan.

Ke depan, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan, tetapi juga menjamin keberlanjutan produksi melalui pembangunan jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, pendampingan penyuluh, serta penguatan kelembagaan petani. Dalam jangka pendek, pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan lahan dan memulai musim tanam perdana, sementara dalam jangka panjang kawasan Wanam diharapkan menjadi sentra produksi beras baru yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *