Nusawarta.id, Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat menjadikan semangat kebersamaan dan kepedulian yang muncul selama perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Gus Ipul secara khusus meminta jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) meningkatkan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan tetapi keberadaannya belum sepenuhnya terlihat oleh publik.
Ia menyebut kelompok tersebut sebagai the invisible people atau masyarakat yang menghadapi persoalan sosial secara tersembunyi. Salah satu contohnya adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan.
“Maka itu, saling mengingatkan, mendorong orang untuk speak up, mengajak kolaborasi untuk menyukseskan program-program ini,” ujar Gus Ipul dalam acara penutupan rangkaian perlombaan HUT ke-81 RI di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga : Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya Belum Diterapkan, Bahlil: Masih Dibahas
Pesan tersebut diperkuat melalui pemutaran film pendek yang mengangkat kisah Agista Saputri, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang.
Agista yang kini berusia 12 tahun sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Dalam kesehariannya, ia membantu orang tua mencari barang bekas sekaligus menjual gambar hasil karyanya di jalanan.
Kegemaran menggambar Agista bahkan bermula dari sebuah krayon patah yang ditemukan ibunya ketika mencari barang bekas. Dari benda sederhana tersebut, tumbuh minat Agista untuk terus menggambar.
Kesempatan berubah datang setelah Agista bersekolah di Sekolah Rakyat. Ia tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga memperoleh lingkungan pertemanan dan ruang untuk mengembangkan bakat menggambarnya.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan sosial membutuhkan kepekaan dan intervensi nyata. Menurut Gus Ipul, negara dan masyarakat harus bersama-sama memastikan kelompok rentan tidak terlewat dari berbagai program sosial.
Selain meminta pegawai meningkatkan kepedulian sosial, Gus Ipul juga mengingatkan seluruh jajaran Kemensos agar memahami berbagai program dan pekerjaan yang dijalankan kementerian.
Ia menilai program yang telah dilaksanakan perlu dikomunikasikan kepada masyarakat secara terbuka, berdasarkan fakta dan sesuai dengan pekerjaan yang benar-benar dilakukan.
“Penting untuk mengabarkan apa yang kita kerjakan. Kerjakan apa yang kita kabarkan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan kekompakan antarkaryawan.
Baca Juga : Gempa NTT, DPR Dorong Sekolah Darurat agar Pendidikan Tak Terhenti
“Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan, membangun sportivitas, serta memperkuat semangat kebersamaan dan kekeluargaan,” kata robben.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi modal bagi seluruh pegawai Kemensos untuk meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Beragam pertandingan dan permainan diikuti pegawai dari berbagai unit kerja Kemensos. Kegiatan tersebut meliputi bulu tangkis, bola voli, futsal, tenis meja, catur, tarik tambang, balap karung, balap bakiak, hingga sejumlah perlombaan estafet.
Sekretariat Jenderal Kemensos keluar sebagai juara umum dalam rangkaian perlombaan tersebut. Sekretariat Jenderal berhak membawa Piala Bergilir Menteri Sosial setelah meraih sejumlah gelar juara, antara lain bulu tangkis putra dan putri, bola voli putra dan putri, catur, serta tenis meja.













Respon (1)