Pemerintah dan Dekranas Bersatu, Dorong Ekonomi Kreatif Berdaya Saing Global

  • Bagikan

Nusawarta.id, Jakarta Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa pelantikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di tingkat provinsi bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pembinaan perajin daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Dekranas dengan kementerian/lembaga (K/L) serta Dekranasda dengan dinas terkait guna mempercepat pengembangan industri kerajinan di Indonesia.

Hal ini disampaikan Tri saat menghadiri acara Buka Bersama usai Pelantikan Ketua Dekranasda Provinsi di Gedung Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (3/3/2025). Menurutnya, penguatan peran Dekranasda menjadi kunci dalam menciptakan kebijakan yang berdampak nyata bagi para perajin. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih substansial dalam pembinaan perajin, alih-alih hanya sekadar kegiatan seremonial.

Sinergi Dekranas dan Pemerintah Daerah

Saat ini, Dekranas pusat belum memiliki anggaran khusus untuk mendukung operasional di daerah. Oleh karena itu, kerja sama dengan kementerian dan lembaga sangat diperlukan guna memastikan program berjalan optimal.

“Sehingga kita bekerja sama dengan kementerian dan lembaga yang ada, di mana ibu-ibunya, istri-istri dari Bapak Menterinya ada di sini. Kita harapkan pola demikian ini bisa juga dilaksanakan di daerah-daerah,” ujar Tri.

Dalam rangka efektivitas pembinaan, Ketua Harian Dekranasda di daerah diusulkan dijabat oleh Kepala Dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian atau Koperasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan program-program Dekranasda dapat berjalan seiring dengan kebijakan daerah dan benar-benar menyentuh kebutuhan para perajin.

“Kami harapkan Ibu-Ibu Ketua ini yang akan menjadi motivator bagi kegiatan Dekranas di daerahnya dan juga mengawasi bagaimana dinas-dinas itu bisa betul-betul kegiatannya menyentuh perajin-perajin di daerahnya,” tambahnya.

Peringatan HUT Dekranas ke-45 dan Pameran Kriyanusa

Tri juga menyinggung persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dekranas yang akan berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia meminta pengurus Dekranasda untuk mulai berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing guna memastikan dukungan penuh terhadap acara tersebut.

Baca Juga  Prabowo Mau kasih Kredit Murah ke Pelaku UMKM Hingga Pekerja Migran

“Mudah-mudahan Ibu-Ibu semua bisa hadir di sana. Mulai sekarang sudah menitipkan kegiatan ini kepada pemerintah masing-masing, karena menyangkut mobilisasi dari para pengurus dan juga kegiatan pameran,” ujarnya.

Selain itu, Dekranas terus mendorong pameran Kriyanusa sebagai ajang promosi produk unggulan perajin. Pameran ini tidak hanya diadakan di dalam negeri, tetapi juga diharapkan dapat menjangkau pasar internasional, termasuk partisipasi pada World Expo di Osaka, Jepang.

“Kalau kita Dekranas ini, Dekranasda membina, terjun langsung, mendorong perajin-perajin di daerah-daerah untuk lebih maju,” tambahnya.

Pentingnya Sertifikasi dan Perlindungan Produk Kerajinan

Dalam konteks pengembangan industri kerajinan, pemerintah terus menggalakkan perlindungan terhadap produk lokal melalui berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Pasal 19 dalam UU tersebut menegaskan pentingnya perlindungan terhadap produk-produk UMKM agar dapat bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Selain itu, sertifikasi produk kerajinan, baik dalam aspek kualitas maupun hak kekayaan intelektual (HAKI), juga menjadi perhatian utama. Produk kerajinan berbasis budaya khas daerah harus didaftarkan agar memiliki perlindungan hukum dan tidak mudah diklaim pihak asing.

Tri mendorong pengurus Dekranasda untuk memastikan bahwa produk kerajinan di daerah mendapatkan perlindungan hukum yang memadai, termasuk melalui pendaftaran hak cipta atau indikasi geografis di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM.

Dekranas Award dan Penghargaan bagi Perajin

Sebagai bentuk apresiasi terhadap perajin, Dekranas secara rutin mengadakan Dekranas Award, penghargaan yang diberikan setiap dua tahun sekali kepada pelaku UMKM dan perajin yang menghasilkan produk terbaik. Produk-produk tersebut dikategorikan berdasarkan bahan baku, seperti kain, batu, logam, tanah, dan serat alam.

“Kami harapkan ada juga binaan-binaan kepada kerajinan-kerajinan ini. Apalagi kita ketahui negara kita ini luar biasa kekayaan batu alamnya. Ini masih sangat kurang,” ungkapnya.

Baca Juga  Sepanjang 2024, Ketua MK: UU Pemilu dan Pilkada Paling Banyak Diuji

Selain penghargaan, Dekranas juga berupaya meningkatkan kapasitas perajin melalui program pelatihan, akses permodalan, serta kemudahan dalam pemasaran produk secara digital.

Harapan dan Komitmen Dekranasda

Tri berharap pengurus Dekranasda di seluruh Indonesia dapat bekerja lebih aktif dalam mendukung perajin daerah agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan kolaboratif di tingkat daerah.

“Silakan Ibu-Ibu untuk membentuk kepengurusan di daerah masing-masing ya, Bu. Nanti mudah-mudahan kepengurusan yang baru bisa membantu Ibu dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai Ketua Dekranasda Provinsi,” pungkasnya.

Dengan peran Dekranas dan Dekranasda yang semakin kuat, industri kerajinan nasional diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan para perajin. (San/Red)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *