Prabowo Perintahkan MBG Disajikan Hangat, SPPG Polri Perketat Standar Keamanan Pangan

  • Bagikan
Presiden Prabowo Subianto (tiga kanan) saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). (Foto: Youtube Sekretariat Presiden/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) disajikan dalam kondisi hangat kepada para penerima manfaat. Permintaan tersebut disampaikan saat meninjau SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

“Bagaimana caranya ya penyajiannya hangat,” ujar Presiden Prabowo sebagaimana dipantau melalui tayangan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Arahan itu langsung direspons oleh Kepala SPPG Polri Palmerah yang menyatakan kesiapan jajarannya. “Penyajian hangat, siap,” katanya.

Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda peninjauan sekaligus peresmian fasilitas pendukung program MBG yang digagas pemerintah.

Dalam peninjauan itu, Presiden menerima paparan mengenai fasilitas SPPG Polri Palmerah yang dibangun di atas lahan milik Polri seluas 900 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 400 meter persegi. Fasilitas tersebut dilengkapi berbagai peralatan standar untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan.

Baca Juga : Tidak Ada Paksaan MBG, Sekolah Mampu Bisa Menolak

Beberapa perangkat yang tersedia antara lain sistem filter dan pemurnian air, water heater untuk mencuci food tray atau ompreng, alat pengering food tray elektrik, serta UV sterilizer untuk menyinari wadah makanan guna menghilangkan potensi virus, bakteri, dan kuman. Selain itu, terdapat pula sistem pengelolaan limbah dapur guna memastikan operasional yang ramah lingkungan dan higienis.

SPPG Polri Palmerah juga telah mengantongi delapan sertifikat, mencakup aspek higienitas, kompetensi pengelola, hingga sertifikasi halal. Hal ini menjadi bagian dari standar mutu layanan dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.

Saat meninjau area dapur dan fasilitas produksi, Presiden tampak mengenakan alat pelindung diri berupa masker, sarung tangan, dan pelindung sepatu. Ia menyimak secara langsung alur operasional SPPG, mulai dari area penerimaan bahan baku, pencucian sayur, buah, dan daging, hingga proses pencucian food tray menggunakan water heater.

Baca Juga  Anggota Komisi VIII DPR RI Desak Kemenag Tangani Dokumen Jemaah Haji Pesisir Selatan yang Terdampak Banjir

Alur berikutnya mencakup penyimpanan di gudang kering dan basah, persiapan peralatan, serta proses pemorsian makanan sebelum didistribusikan. Menu yang disiapkan pada hari itu adalah selat Solo khas Solo.

Baca Juga : Taruna Ikrar Kunjungi SDN Jati 05 Pagi, BPOM Dukungan MBG terhadap Program unggulan presiden prabowo

Sebelum makanan didistribusikan, tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polri melakukan uji keamanan pangan. Berbeda dengan SPPG lainnya, SPPG Polri menerapkan pemeriksaan empat parameter zat berbahaya, yakni nitrit, formalin, sianida, dan arsenik. Apabila ditemukan kandungan zat tersebut, makanan tidak akan didistribusikan dan wajib diganti.

Selain meninjau, Presiden dijadwalkan meresmikan SPPG Polri yang berlokasi di area Asrama Polri Polsek Palmerah. Kepala Negara juga direncanakan meresmikan Gudang Ketahanan Pangan di kawasan yang sama sebagai bagian dari penguatan ekosistem ketahanan pangan nasional.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *