Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi santai isu mengenai adanya menteri Kabinet Merah Putih yang dikabarkan telah menerima tiga kali teguran Presiden Prabowo Subianto.
Isu tersebut mencuat setelah Presiden Prabowo dalam pidatonya di acara Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Sabtu (18/10), menyebut dirinya tidak segan mengganti menteri yang telah tiga kali diberi peringatan namun tetap membandel.
Menanggapi hal itu, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa informasi terkait teguran tersebut hanya diketahui oleh Presiden.
“Saya belum tahu itu. Itu yang tahu itu hanya Bapak Presiden. Ya, kita sesama bis kota jangan saling mendahului,” ujar Bahlil sambil berkelakar usai mengikuti rapat terbatas di kediaman Presiden di kawasan Kertanegara, Jakarta, Minggu (19/10).
Saat ditanya apakah dirinya pernah mendapat teguran dari Presiden, Bahlil kembali menjawab dengan nada bercanda.
“Ya saya setiap dipanggil pasti ditegur. Ditegur sapa, ditegur sayang, ditegur perintah. Ya kan, tegur itu macam-macam. Dan Bapak Presiden orangnya sangat terbuka, jadi mungkin kamu juga kalau tiap hari ikut rapat pasti ditegur,” kata dia.
Sebelumnya, dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan sikap tegas terhadap menteri yang tidak bekerja sesuai harapan. Ia menyatakan akan memberi hingga tiga kali peringatan sebelum melakukan perombakan kabinet.
“Kalau ada satu-dua (menteri) nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih nakal, masih enggak mau dengar, dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat reshuffle. Harus diganti karena demi negara, bangsa, dan rakyat. Tidak boleh ada rasa kasihan,” ujar Prabowo dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta.
Baca Juga : Mayoritas Responden Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo, Capai 78,3 Persen
Presiden juga menyampaikan dirinya kerap memberikan anggaran lebih besar dari yang diajukan oleh para menterinya, sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja mereka.
“Kadang-kadang mereka minta, ‘Kami butuh anggaran ini Pak. Berapa kau butuh? Saya butuh Rp5 triliun. Saya kasih Rp10 triliun.’ Bayangkan kapan ada Presiden kayak begitu,” ujar Prabowo.
Terkait kemungkinan adanya eks menteri yang kecewa, Prabowo menegaskan tidak ambil pusing. Ia menegaskan fokusnya adalah pada kepentingan rakyat dan pemberantasan korupsi.
“Kalau ada koruptor yang mau membiayai demo untuk menjatuhkan saya, silakan. Saya yakin rakyat bersama saya,” tegasnya.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait siapa menteri yang dimaksud telah menerima tiga kali teguran dari Presiden. (Ki/Red)












