Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka peluang investasi sektor peternakan sapi dari Brazil dan Afrika Selatan sebagai langkah strategis memperkuat populasi sapi nasional. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari kerja sama saling menguntungkan antara Indonesia dan negara mitra, terutama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Siapapun negara sahabat kita yang mau investasi, kita beri kemudahan agar populasi sapi kita meningkat,” ujar Amran kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Menurut Amran, kebutuhan tambahan populasi sapi nasional saat ini masih dalam tahap perhitungan. Pemerintah, kata dia, tengah menyesuaikan dengan kapasitas pasar dan kebutuhan domestik yang dinilai sangat besar.
Baca Juga : Mensos Gus Ipul: Data Tak Akurat, Bansos Belum Tepat Sasaran
“Kita hitung dulu. Potensi pasar kita besar banget,” tambahnya.
Mentan menjelaskan, Brazil dan Indonesia
telah melakukan serangkaian pembahasan intensif terkait kerja sama sektor peternakan. Setidaknya telah digelar tiga kali pertemuan tingkat menteri, dua kali kunjungan kerja ke Brazil, serta tiga kali kunjungan balasan dari pihak Brazil ke Indonesia.
“Yang dibahas itu apa yang surplus di Indonesia. Kita punya CPO, kopi, kakao, kelapa untuk ekspor ke sana. Mereka punya sapi, gandum, dan daging. Itu yang fokusnya,” kata Amran.
Selain memperkuat kerja sama perdagangan komoditas, pemerintah juga secara khusus mengundang investor Brazil untuk menanamkan modal di sektor peternakan sapi di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan pasokan daging nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
Baca Juga : Menteri UMKM Minta Maaf soal Anjuran Produksi Barang KW
Sementara itu, terkait peluang investasi dari Afrika Selatan, Amran menegaskan pemerintah membuka kesempatan yang sama. “Kami menyambut semua kerja sama yang menguntungkan, termasuk dengan Afrika Selatan,” ujarnya.
Pemerintah berharap, melalui kolaborasi dengan negara-negara produsen sapi besar seperti Brazil dan Afrika Selatan, Indonesia dapat mempercepat peningkatan populasi ternak, menurunkan harga daging, serta memperkuat kemandirian pangan nasional di sektor peternakan.












