Nusawarta.id, Jakarta — Sejumlah penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung mendatangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). Kedatangan tim penyidik tersebut terjadi sehari setelah Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pergantian jajaran pimpinan BGN.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebanyak sembilan penyidik Kejagung tiba sekitar pukul 15.27 WIB. Mereka terlihat mengenakan kemeja merah dipadukan rompi hitam. Salah seorang penyidik tampak memakai topi hitam dengan lambang bintang tiga.
Saat ditanya awak media terkait tujuan kedatangannya ke kantor BGN, salah seorang penyidik hanya memberikan jawaban singkat.
“Sebentar dulu ya,” ujarnya.
Kedatangan tim penyidik turut didampingi dua prajurit TNI yang membawa tas hitam berukuran besar. Tidak lama berselang, sekitar pukul 15.27 WIB, lima penyidik lainnya kembali memasuki area kantor BGN dengan pendampingan pegawai internal lembaga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan penjelasan resmi terkait agenda maupun perkara yang berkaitan dengan kedatangan penyidik ke kantor BGN. Begitu pula pihak BGN yang belum menyampaikan keterangan kepada media mengenai pemeriksaan atau penggeledahan tersebut.
Kehadiran penyidik Kejagung di kantor BGN menjadi sorotan publik lantaran berlangsung di tengah pergantian pucuk pimpinan lembaga yang menangani program strategis nasional bidang pemenuhan gizi tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Kepala BGN Dadan Hindayana. Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN juga turut dicopot, yakni Sony Sonjaya serta Lodewyk Pusung.
Pengumuman pergantian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (2/6/2026) malam.
“Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.
Baca Juga : Dugaan Penyimpangan MBG Jadi Faktor Evaluasi Pimpinan BGN
Sebagai pengganti Dadan, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan lama atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi awal BGN.
Pergantian pimpinan dan kedatangan penyidik Kejagung dalam waktu berdekatan memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menghubungkan proses pergantian pimpinan BGN dengan aktivitas penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung.












