Nusawarta.id, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya pemenuhan gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya dengan mendorong gerakan minum susu sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas gizi anak Indonesia. Gagasan tersebut merupakan kelanjutan dari konsep “Revolusi Putih” yang telah diperjuangkan Presiden Prabowo Subianto sejak 2008.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) RI, Ricky H.S. Tamba, mengatakan pemenuhan gizi melalui konsumsi susu menjadi salah satu langkah penting dalam menekan angka kekurangan gizi dan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.
“Gagasan mengenai pemenuhan gizi melalui konsumsi susu sudah diperjuangkan Prabowo Subianto sejak tahun 2008 melalui konsep ‘Revolusi Putih’,” kata Ricky di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, setelah Prabowo menjabat sebagai Presiden RI, gagasan tersebut mulai diwujudkan melalui pelaksanaan Program MBG yang kini dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Program tersebut dirancang untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang seimbang guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Baca Juga : Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih
Meski demikian, Ricky mengakui masih terdapat tantangan dalam penyediaan susu sebagai bagian dari menu MBG. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan sentra produksi susu nasional, sementara seluruh bahan pangan yang digunakan dalam program pemerintah tersebut harus memenuhi standar mutu, keamanan, dan kualitas yang telah ditetapkan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, CV Prima Dairy bersama puluhan komunitas peternak Kambing Etawa mengusulkan agar susu kambing etawa dapat menjadi salah satu alternatif sumber gizi dalam Program MBG.
Menurut Ricky, susu kambing etawa memiliki potensi untuk melengkapi kebutuhan protein dan nutrisi anak-anak, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi peternak lokal.
“Kami ingin ke depan susu Kambing Etawa bisa menjadi bagian dari Program MBG. Tentu langkah-langkahnya akan kami rumuskan bersama dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya berencana melakukan audiensi dengan Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sejumlah instansi terkait lainnya. Pertemuan tersebut akan membahas standar kualitas, aspek keamanan pangan, kelayakan produk, hingga mekanisme agar susu kambing etawa dapat memenuhi persyaratan sebagai salah satu komponen dalam Program MBG.
Baca Juga : Pemerintah Kaji Pemanfaatan Kantin Sekolah untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Ricky berharap pembahasan lintas kementerian dan lembaga tersebut dapat menghasilkan formulasi kebijakan yang memungkinkan pemanfaatan susu kambing etawa dalam program pemerintah.
Selain memperluas pilihan sumber protein dan nutrisi bagi peserta Program MBG, pemanfaatan susu kambing etawa juga dinilai berpotensi meningkatkan kesejahteraan peternak lokal melalui peningkatan permintaan produk dalam negeri. Dengan demikian, program pemenuhan gizi nasional diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi sektor peternakan rakyat.












