DPR Minta Penanganan Dampak Erupsi Anak Krakatau Tak Abaikan Warga

  • Bagikan
Anggota Komisi VIII DPR RI Surahman Hidayat. (Dok. dpr.go.id/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Anggota Komisi VIII DPR RI Surahman Hidayat meminta pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurut Surahman, penanganan erupsi tidak cukup hanya dengan memantau aktivitas gunung api dan memberikan peringatan dini. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat terdampak mendapat akses kesehatan, bantuan, serta perlindungan yang memadai.

“Yang paling penting adalah masyarakat. Jangan sampai warga yang sudah terdampak bencana justru harus menghadapi persoalan baru karena kebutuhan dasar, kesehatan, maupun akses terhadap bantuan tidak terpenuhi,” ujar Surahman, Rabu (9/9/2026).

Ia mengatakan dampak erupsi dapat mengganggu berbagai aktivitas warga, mulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas. Karena itu, kebutuhan seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, masker, dan perlindungan bagi kelompok rentan harus menjadi perhatian.

Surahman juga meminta pemerintah memperhatikan anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta masyarakat yang kesulitan mengakses layanan.

Baca Juga : Sempat Putus Sekolah, Lulusan Sekolah Rakyat Kini Raih Beasiswa Kuliah

“Jangan hanya menghitung berapa banyak wilayah yang terkena abu vulkanik. Kita juga harus melihat berapa banyak keluarga yang aktivitasnya terganggu, siapa yang paling membutuhkan bantuan, dan apa yang mereka perlukan agar dapat tetap menjalani kehidupan dengan aman,” katanya.

Politikus PKS tersebut turut mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi serta memperbarui data masyarakat terdampak secara berkala. Langkah itu dinilai penting agar bantuan tepat sasaran dan tidak ada warga yang membutuhkan terlewat.

“Data korban dan masyarakat terdampak harus menjadi dasar dalam mengambil kebijakan. Jangan sampai bantuan tidak tepat sasaran karena data tidak diperbarui,” tegasnya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat malam, 4 September 2026, berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sementara warga diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Baca Juga : Yusril Tegaskan Hanya Jadi Narasumber Buku Islam ala Prabowo

Surahman mengajak masyarakat tetap tenang serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun petugas kebencanaan.

Baca Juga  Purbaya: Sumber Dana Pembelian Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tidak Ditelusuri

“Bencana adalah ujian bagi kepedulian kita sebagai bangsa. Mari kita hadir bersama masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, dan memastikan saudara-saudara kita yang terdampak tidak merasa sendirian,” pungkasnya.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *