IKA MEP ULM Bersama Akademisi FEB Dorong Transformasi Desa Wisata Belangian

  • Bagikan
Desa Wisata Belangian disambangin FEB ULM

Nusawarta.id Banjar. Ikatan Alumni Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Lambung Mangkurat (IKA MEP ULM) bersama akademisi dari program studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ULM menggelar kegiatan kunjungan dan sosialisasi bertajuk “Transformasi Desa Wisata melalui Kolaborasi Hexahelix dan Inovasi Ekonomi Kreatif” di Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, pada Selasa (16/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata IKA MEP ULM dan akademisi Ekonomi Pembangunan FEB ULM dalam mendukung pengembangan daerah, khususnya desa wisata yang memiliki potensi besar namun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan infrastruktur dan sumber daya.

Selain memberikan sosialisasi, rombongan yang terdiri dari pengurus IKA MEP ULM dan dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB ULM ini juga menyempatkan diri menyerap aspirasi langsung dari masyarakat, tokoh masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta perangkat desa setempat mengenai arah pengembangan desa wisata Belangian ke depan.

Ketua Forum IKA MEP ULM, Farid Fathurrahman, S.T., M.E., menegaskan bahwa desa wisata memiliki peran sangat penting dalam mendorong peningkatan perekonomian desa dan masyarakatnya. Namun, ia mengingatkan bahwa status desa wisata mensyaratkan kesiapan fasilitas, sarana, dan prasarana penunjang yang memadai.

Menurutnya, sebuah ekosistem desa wisata yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi enam pilar atau hexahelix, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, komunitas, dan sektor keuangan. Jejaring kolaborasi antara keenam unsur tersebut, kata Farid, harus berjalan secara sinergis dan berkesinambungan agar pengembangan desa wisata tidak berjalan sendiri-sendiri.

Mewakili unsur akademisi, Ketua Program Studi Magister Ekonomi Pembangunan (MEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM, Dr. Noor Rahmini, S.E., M.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab akademisi dalam mengambil peran aktif bagi kemajuan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Belangian.

Baca Juga  Demo Kawal Putusan MK di Kalsel Berlangsung Hingga Malam, Berakhir Bentrok

Ia menambahkan bahwa kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi semata, melainkan akan terus berlanjut dengan upaya mencarikan solusi atas berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan. “Outputnya jelas, peran akademisi sebagai bagian dari stakeholder hexahelix harus terlibat langsung dalam memenuhi aspirasi masyarakat, khususnya di Desa Belangian,” ujarnya.

Temuan Lapangan Desa Belangian : Sinyal Terbatas hingga Potensi yang Belum Tergali

Dari hasil dialog dengan warga, ditemukan sejumlah catatan penting terkait kondisi terkini Desa Belangian. Salah satu temuan yang paling menyita perhatian adalah keterbatasan fasilitas komunikasi, khususnya jaringan internet yang masih blank spot dan hanya tersedia di titik-titik tertentu saja.

Selain itu, Desa Belangian hingga saat ini belum memiliki paket wisata yang terpublikasi secara luas ke pasar nasional maupun internasional. Padahal, desa ini hanya mengandalkan keindahan alam Gunung/Air Terjun Kahung sebagai daya tarik utama, sementara potensi lain seperti budaya dan keseharian masyarakat setempat belum digali dan dipromosikan secara maksimal. Hal ini dinilai sangat disayangkan karena nilai-nilai keunggulan lokal tersebut sejatinya dapat diangkat menjadi konten promosi yang memperkuat identitas desa wisata Belangian.

Baca Juga : Rupiah Terus Melemah, Ini Saran Akademisi Ekonomi ULM Untuk Pemerintah Daerah

Namun secara umum kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Desa Belangian. Tingginya partisipasi warga dalam sesi diskusi menjadi indikasi besarnya harapan masyarakat akan adanya perbaikan dan keberlanjutan program serupa di masa mendatang.

Sebagai langkah lanjutan, IKA MEP ULM bersama akademisi Ekonomi Pembangunan FEB ULM berencana melakukan pendalaman atas berbagai permasalahan yang teridentifikasi dalam kegiatan ini melalui pelaksanaan pelatihan atau workshop yang terfokus sesuai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga  PGN Tingkatkan Skor ESG Risk Rating, Dorong Keberlanjutan dan Masa Depan Lebih Hijau

Langkah ini diharapkan dapat menjadi tindak lanjut konkret dari kolaborasi hexahelix dalam mendorong Desa Belangian menjadi desa wisata yang lebih mandiri dan sejahtera secara ekonomi. (Arm/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *