Kapolri Serukan Persatuan Bangsa, Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Pemecah Belah

  • Bagikan
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam acara safari Ramadan di Polda Sumatera Selatan, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026). (Foto: Divisi Humas Polri/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak mudah terpancing oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Kepolisian Daerah Sumatera Selatan di Kota Palembang, Sabtu (7/3/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menekankan bahwa menjaga persatuan dan kesatuan merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai dinamika yang tengah terjadi, baik di dalam negeri maupun di tingkat global. Ia menilai masyarakat perlu tetap solid dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi sosial.

Menurut Sigit, seluruh elemen bangsa harus mampu berdiri dalam satu barisan menghadapi berbagai tantangan yang muncul. Dengan persatuan yang kuat, berbagai persoalan dapat dihadapi secara bersama-sama tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Rakyat semua harus bersatu sehingga kemudian terhadap segala situasi yang ada kita dalam satu barisan. Tentunya harapan kita semua masyarakat menghadapi situasi yang ada jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang kemudian bisa ikut memperburuk dan memecah belah persatuan,” ujar Sigit sebagaimana dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Baca Juga : Bukber OKP, Analis Resmi Rilis Buku “Polri Presisi”: Ungkap Peran Aktif Kapolri Wujudkan Asta Cita

Ia mencontohkan pengalaman Indonesia saat menghadapi pandemi COVID-19 sebagai bukti bahwa persatuan nasional mampu menjadi kekuatan besar dalam mengatasi krisis. Pada masa tersebut, kerja sama antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi faktor penting yang membantu Indonesia melewati masa sulit sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, sinergi antara umara atau pemimpin pemerintahan, ulama, serta seluruh elemen masyarakat mampu memperkuat ketahanan nasional. Berkat kebersamaan tersebut, Indonesia tidak hanya mampu mengendalikan pandemi, tetapi juga menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berjalan.

Baca Juga  Polres HSS dan Pemkab Bersinergi Sukseskan Penanaman Jagung Nasional di Desa Madang

“Karena antara umara, ulama, seluruh masyarakat bersatu, kita bisa kembali, ekonomi kita bisa tumbuh saat itu,” kata Sigit.

Lebih lanjut, Kapolri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga solidaritas nasional di tengah situasi global yang semakin dinamis. Ia menyinggung berbagai konflik internasional yang terjadi, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi kondisi geopolitik dunia.

Meski demikian, Sigit memastikan pemerintah akan terus mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi kepentingan rakyat dan menjaga stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga : Mudik Lebaran Dongkrak Ekonomi Daerah, Kapolri Targetkan Operasi Ketupat 2026 Berjalan Optimal

“Yakinlah bahwa pemerintah tentu akan melakukan langkah-langkah yang terbaik. Bapak Presiden berjanji bahwa saya akan melindungi seluruh rakyat saya, seluruh tumpah darah yang ada sesuai dengan amanah konstitusi,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Sigit kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki bangsa. Ia menilai semangat kebersamaan menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara.

“Indonesia walaupun terdiri dari berbagai macam suku bangsa penuh dengan keberagaman, tapi kita memiliki satu tekad dan semangat yang sama untuk bersama-sama bersatu menjaga negara kita yang tercinta,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *