Kemenhaj Gembleng Calon PPIH 2026 Selama Sebulan, Libatkan TNI-Polri

  • Bagikan
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Dendi Suryadi memberikan keterangan kepada awak media usai memberikan pengarahan kepada petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Sabtu (10/1/2026) malam. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mulai menempa calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M melalui pendidikan dan pelatihan intensif selama satu bulan. Pelatihan dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, dan dimulai sejak 10 Januari 2026.

Program ini disiapkan untuk memastikan para calon PPIH memiliki profesionalisme, integritas, serta ketahanan fisik dan mental yang memadai dalam memberikan pelayanan optimal kepada jemaah di Tanah Suci.

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, mengatakan terdapat empat sasaran utama yang ingin dicapai melalui diklat tersebut. Pertama, penguatan fisik petugas, mengingat rangkaian ibadah haji didominasi aktivitas fisik berat dalam durasi yang panjang.

“Yang pertama fisiknya harus kuat dan bugar. Ibadah haji itu 90 persen ibadah fisik, sehingga petugas justru harus lebih kuat dibandingkan jemaah,” ujar Dendi usai memberikan pengarahan kepada calon petugas haji, Sabtu (10/1) malam.

Baca Juga : Kemenhaj Tunda Seleksi PPIH 2026 di Tiga Provinsi Terdampak Banjir, Perpanjang Pelunasan Biaya Haji bagi Jemaah

Sasaran kedua adalah pembentukan mental yang tangguh. Menurut Dendi, petugas haji harus memiliki kesiapan mental sebagai pelayan tamu Allah, termasuk kemampuan menghadapi tekanan, kelelahan, serta dinamika di lapangan selama operasional haji.

Sasaran ketiga difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis sesuai tugas dan fungsi masing-masing bidang. Petugas diharapkan tidak hanya memahami peran secara konseptual, tetapi juga mampu menjalankannya secara presisi di lapangan. Adapun sasaran keempat adalah penguatan kebersamaan dan kekompakan antarpersonel.

“Yang terakhir adalah bonding dan persatuan. Kita kuat kalau bersatu, rapuh kalau bercerai-berai,” kata Dendi.

Sebagai terobosan baru dalam persiapan haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Markas Besar TNI dan Polri dalam pelatihan calon PPIH. Sebanyak 179 personel pelatih dari unsur TNI-Polri diterjunkan bersama pelatih internal kementerian untuk memberikan pembinaan berbasis disiplin dan ketahanan fisik.

Baca Juga  Pemerintah Siapkan Aturan Teknis Pengelolaan Tambang untuk UMKM, Koperasi, dan Organisasi Keagamaan

Pada pekan pertama, peserta pelatihan digembleng melalui metode Peraturan Baris Berbaris (PBB). Metode ini dinilai efektif untuk membentuk kedisiplinan, kesiapan menerima komando, serta respons cepat dan terkoordinasi dalam situasi pelayanan jemaah.

“PBB itu melatih kedisiplinan, kesiapan menerima komando, dan respons cepat. Ini penting dalam situasi pelayanan jemaah,” ujar Dendi.

Baca Juga : Kementerian Haji dan Umrah Buka Pelunasan Biaya Haji 2026 Tahap Pertama hingga 23 Desember

Selain aspek fisik dan disiplin, pembentukan mental pelayanan atau service mindset juga menjadi fokus utama. Petugas dituntut untuk selalu mengutamakan kepentingan jemaah dalam setiap kondisi.

Dendi juga menegaskan komitmen petugas pada puncak pelaksanaan haji di Arafah. Petugas yang belum berhaji diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, namun tetap diwajibkan mengenakan atribut dinas demi kemudahan identifikasi dan pelayanan jemaah. Konsekuensinya, petugas harus membayar dam karena melanggar larangan ihram.

Kebijakan tersebut, menurut Dendi, dinilai adil karena petugas memperoleh prioritas berhaji di tengah antrean jemaah reguler yang saat ini mencapai sekitar 5,4 juta orang.

Memasuki pekan kedua, pelatihan akan difokuskan pada pendalaman tugas dan fungsi masing-masing bidang, mulai dari layanan bandara, akomodasi, katering, kesehatan, hingga layanan media. Dengan pola pelatihan baru yang lebih terstruktur dan disiplin, Kementerian Haji dan Umrah optimistis kualitas penyelenggaraan dan layanan haji 2026 akan lebih profesional dan terorganisir dibandingkan tahun-tahun sebelumnya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *