Kementerian PU Identifikasi Kerusakan Bendung D.I. Pante Lhong Pascabencana di Aceh

  • Bagikan
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengidentifikasi kondisi Bendung dan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh pasca bencana Sumatera. (Foto: Kementerian PU/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengidentifikasi kondisi Bendung dan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, pascabencana banjir dan limpasan air (overtopping) yang terjadi di wilayah Sumatera. Identifikasi ini menjadi langkah awal penanganan kerusakan infrastruktur irigasi agar kembali berfungsi optimal.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, D.I. Pante Lhong perlu dilakukan identifikasi menyeluruh dan penyusunan desain penanganan karena perubahan signifikan pada kondisi sungai.

“Untuk D.I ini harus diidentifikasi dan dibuatkan desain penanganan dulu karena sungainya melebar sangat signifikan supaya bendung ini dapat tetap dimanfaatkan,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta,Jumat.

Ia menjelaskan, proses penanganan nantinya akan melibatkan program padat karya, khususnya untuk kegiatan normalisasi saluran irigasi agar air kembali dapat mengalir ke area persawahan.

Baca Juga : Kementerian PU Percepat Pemulihan Jalan Nasional Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor

Bendung D.I. Pante Lhong merupakan sumber utama penyediaan air irigasi bagi lahan persawahan seluas 6.562 hektare melalui bangunan pengambil air (intake) di sisi kiri. Namun, berdasarkan hasil peninjauan awal, bendung saat ini tidak dapat berfungsi optimal akibat endapan sedimen pada bangunan pengambil air dan apron mercu.

Selain itu, kerusakan juga teridentifikasi pada tanggul kanan di bagian hulu bendung, serta adanya endapan sedimen pada penyaring sampah (trash rack), kantong lumpur, dan pembilas kantong lumpur. Kondisi tersebut diperparah oleh kejadian limpasan air yang menyebabkan putusnya tanggul sungai di hulu dan berdampak langsung pada tubuh bendung.

“Agar Bendung D.I. Pante Lhong dapat kembali difungsikan, diperlukan penanganan berupa pembangunan kembali tanggul, normalisasi penyaring sampah, serta normalisasi kantong lumpur,” kata Dody.

Tidak hanya pada bangunan utama, hasil identifikasi juga menunjukkan kerusakan signifikan pada jaringan irigasi dan area persawahan. Sejumlah saluran tertutup mengalami keruntuhan akibat genangan, sementara beberapa ruas saluran kehilangan tanggul akibat limpasan air.

Baca Juga  Bupati HSU Serahkan Bantuan Banjir di Babirik dan Danau Panggang pada Hari ke-10 Tanggap Darurat

Endapan sedimen juga ditemukan pada saluran sekunder dan area persawahan dengan luas sawah terdampak mencapai sekitar 1.282 hektare. Kondisi ini menyebabkan terganggunya distribusi air irigasi dan menurunnya fungsi layanan irigasi bagi petani.

Untuk memulihkan fungsi jaringan irigasi dan area persawahan, diperlukan pekerjaan rehabilitasi saluran yang rusak, normalisasi saluran, serta rehabilitasi lahan pertanian terdampak banjir. Total kebutuhan anggaran penanganan jaringan irigasi dan area persawahan D.I. Pante Lhong diperkirakan mencapai sekitar Rp79 miliar.

Baca Juga : Gubernur DKI – Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Ciliwung dan Krukut, Target Tekan Banjir dan Kemacetan 2026

Ke depan, proses identifikasi dan penyusunan desain penanganan permasalahan bendung akan diserahkan kepada Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

“Untuk identifikasi dan desain permasalahan bendung dan jaringan irigasi nanti bisa melalui Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air sehingga dapat diketahui seperti apa penanganan yang nantinya secara bertahap bisa mengairi persawahan,” ujar Dody.

Melalui perencanaan teknis penanganan infrastruktur irigasi D.I. Pante Lhong, Kementerian PU berharap pemulihan layanan irigasi dapat dipercepat, keberlanjutan produksi pertanian terjaga, serta ketahanan pangan di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya dapat terus didukung.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *