Lestari Moerdijat Dorong Edukasi Medis bagi Penyintas Kanker Payudara: Jangan Terjebak Pengobatan Alternatif

  • Bagikan
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Ist/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya peningkatan edukasi medis bagi penyintas kanker payudara. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan memadai mengenai pengobatan medis dan sering kali terlambat dalam mendapatkan penanganan yang tepat.

Kondisi tersebut, ujarnya, berkontribusi signifikan terhadap tingginya angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia.

“Tantangan utama kita semua adalah bagaimana memberikan edukasi yang tepat agar masyarakat tidak terjebak pada keinginan untuk menyembuhkan diri melalui jalur-jalur alternatif,” ujar Lestari di Jakarta, Sabtu (26/10).

Lestari menilai, keterbatasan informasi dan minimnya pemahaman mengenai pengobatan medis masih menjadi persoalan serius di kalangan penyintas kanker payudara. Padahal, kata dia, pemerintah telah memberikan kemudahan akses layanan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan yang memungkinkan masyarakat mendapatkan pengobatan kanker secara lebih terjangkau.

Baca Juga : Menkes Janjikan Bantuan Rp30 Miliar untuk Pemulihan RSUD Wangaya Pasca Banjir

“Pemerintah sebenarnya sudah membuka akses pengobatan melalui BPJS. Namun, masih banyak yang memilih jalur nonmedis karena faktor ketidaktahuan atau keputusasaan. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.

Menurut Lestari, edukasi yang memadai akan berdampak besar terhadap kualitas hidup pasien.

“Keterbatasan pengetahuan dan keterlambatan pengobatan pasti akan berpengaruh pada perjalanan hidup dan kesembuhan pasien,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lestari mengapresiasi peluncuran buku Soal Jawab Seputar Kanker Payudara karya dr. Inez Nimpuno, MPS, MA, yang dinilainya sebagai langkah konkret dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengobatan medis bagi penyintas kanker.

Ia menilai, kehadiran buku tersebut dapat menjadi sumber informasi yang kredibel bagi para penyintas kanker payudara di tengah maraknya misinformasi seputar pengobatan alternatif.

“Buku ini menjadi oase di tengah keterbatasan sumber informasi yang dapat dipercaya. Ia bisa menjadi panduan bagi penyintas dalam mengambil langkah medis yang tepat,” kata Lestari.

Baca Juga : BNN: 3,3 Juta Warga Indonesia Masih Terjerat Narkotika

Lestari juga menyampaikan bahwa sebanyak 300 eksemplar buku tersebut telah disalurkan kepada para penyintas kanker payudara di Jawa Tengah. Respons yang diterima pun sangat positif.

Baca Juga  Komisi III DPR RI Rudianto Lallo Tegaskan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Kementerian

“Mereka menyambutnya dengan penuh kebahagiaan karena buku ini memberikan pengetahuan baru yang mereka butuhkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lestari berharap kegiatan edukatif seperti ini terus digencarkan di berbagai daerah agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya deteksi dini, pengobatan tepat, serta dukungan psikososial bagi para penyintas kanker.

“Peningkatan kesadaran dan edukasi medis adalah kunci untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia. Kita semua punya tanggung jawab untuk memastikan setiap penyintas mendapatkan informasi dan perawatan yang layak,” pungkasnya. (Fikri/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *