Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa komunikasi publik memegang peranan krusial dalam menjaga profesionalitas, marwah, dan kinerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/9), Yassierli menyampaikan bahwa penilaian masyarakat terhadap kementerian saat ini tak hanya didasarkan pada kebijakan, melainkan juga pada kualitas layanan serta cara kementerian menyampaikan informasi kepada publik.
“Komunikasi publik menjadi kunci untuk tegaknya marwah Kemnaker. Banyak hal yang kita lakukan, tapi memang masih banyak yang tidak diketahui masyarakat,” ujar Yassierli.
Baca Juga : Gubernur DKI: Izin Tanggul Laut di Cilincing Bukan dari Pemprov
Menaker mencontohkan sejumlah program seperti pelatihan vokasi, penempatan tenaga kerja disabilitas, serta pengawasan ketenagakerjaan yang berjalan baik namun belum banyak terekspos di media. Hal ini, menurutnya, membuat capaian positif kementerian kerap tertutupi oleh pemberitaan negatif.
Lebih lanjut, Yassierli menekankan pentingnya peran pejabat pimpinan tinggi sebagai wajah dan suara kementerian. Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi publik harus sejalan dengan peningkatan kualitas layanan, agar masyarakat tidak hanya menerima informasi yang jelas, tetapi juga merasakan manfaat nyata dari program pemerintah.
Guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu juga menyoroti bahwa pengelolaan media sosial dan sistem informasi di lingkungan Kemnaker masih terfragmentasi. Untuk itu, ia mendorong penguatan fungsi kehumasan yang lebih terintegrasi, sehingga penyampaian informasi kepada publik menjadi lebih konsisten, efisien, dan responsif.
“Apa pun yang kita lakukan, mari sampaikan ke publik. Kalau berita positif lebih banyak, publik bisa melihat kerja keras yang nyata,“ tegas Yassierli.
Sebagai langkah konkret, Kemnaker baru-baru ini menggelar kegiatan Public Awareness yang diinisiasi oleh Biro Humas Sekretariat Jenderal Kemnaker. Kegiatan ini dihadiri pejabat eselon I dan II serta menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi komunikasi.
Acara tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam menyampaikan informasi positif, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kemnaker.












