Menkomdigi: Literasi Digital dan Budaya Harus Sejalan Bangun Karakter Anak

  • Bagikan
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam pertunjukan budaya. Foto.Kementerian Komunikasi dan Digital.

Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya sinergi antara literasi digital dan budaya dalam membangun karakter generasi muda serta menanamkan rasa cinta Tanah Air.

Menurut Meutya, literasi digital membantu anak memahami dunia digital dengan baik, sementara literasi budaya, melalui pemanfaatan tempat bersejarah sebagai ruang pembelajaran, dapat menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan. Kedua hal ini, katanya, perlu dijalankan secara bersamaan agar anak tidak hanya terlindungi di dunia maya, tetapi juga memiliki karakter kuat dan menghargai kearifan lokal.

“Anak-anak harus mendapat ruang belajar yang menanamkan rasa cinta tanah air, menghormati budaya, dan membentuk karakter kebangsaan,” ujar Meutya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/10).

Baca Juga : Perpres Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Ditarget Rampung Pekan Ini

Ia menambahkan, tugas Kemkomdigi tidak hanya mengatur ruang siber, tetapi juga memastikan komunikasi digital menjadi sarana untuk menyebarkan nilai budaya bangsa. Karena itu, Meutya menilai penting bagi anak-anak untuk tetap bersentuhan dengan budaya dan pengalaman nyata.

“Ruang digital tidak boleh mendominasi seluruh kehidupan anak. Mereka juga perlu pengalaman langsung dengan budaya bangsa,” ujarnya.

Dalam rangka menyiapkan generasi emas 2045, pemerintah juga menghadirkan berbagai program yang menyasar generasi muda. Salah satunya melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini mewajibkan platform digital menyediakan filter konten, verifikasi usia, dan fitur kontrol orang tua.

Baca Juga : Menteri PU Ungkap Tantangan Proyek Tol Bogor-Serpong: Sudah 10 Tahun Terkendala Lahan

“Anak-anak berhak tumbuh aman, sehat, dan terlindungi,” tegas Meutya.

Selain itu, pemerintah juga meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk menjaga tumbuh kembang anak. Kemkomdigi turut mendukung program tersebut melalui penyebaran informasi publik yang mudah dipahami agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga  Komisi III DPR Apresiasi Polri atas Keberhasilan Kelola Program Makan Bergizi Gratis
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *