Pemerintah Beri Bantuan Rp300 Juta untuk Keluarga Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya Korban KKB

  • Bagikan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus Unhas, Makassar, Selasa (11/8/2026). (Foto: Inilahsulsel.com/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Pemerintah memberikan penghargaan dan bantuan senilai Rp300 juta kepada keluarga tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Penyerahan penghargaan dan bantuan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Keluarga para korban didatangkan ke Jakarta dari kampung halaman masing-masing.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan moril pemerintah kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya anak-anak para korban.

“Hari ini kami sebagai Menteri Pertanian dan seluruh teman-teman, kita memberikan dukungan moril kepada anak-anak yang ditinggalkan,” ujar Amran dalam konferensi pers, Selasa pagi.

Baca Juga : Prabowo Terima Wakil PM Malaysia di Hambalang

Bantuan pemerintah diberikan dalam beberapa bentuk. Sebanyak empat anak korban menerima beasiswa dengan total Rp200 juta atau masing-masing Rp50 juta.

Selain itu, pemerintah memberikan Rp50 juta kepada ayah korban bernama Wili Mbuik. Sementara Rp50 juta lainnya diberikan kepada keluarga korban Aprida dan Alvonsius.

Dengan demikian, total bantuan yang diserahkan pemerintah mencapai sekitar Rp300 juta.

Amran berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tabungan pendidikan bagi anak-anak korban. Ia juga menegaskan bantuan diberikan sekaligus, bukan secara bertahap.

“Langsung kita serahkan, bukan bertahap. Ini Nak disimpan untuk tabungan sekolah,” kata Amran.

Menurutnya, pemerintah berharap anak-anak para korban dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Amran juga meminta mereka tidak melupakan jasa orang tua yang gugur saat menjalankan tugas.

“Kami harapkan anak-anak yang ditinggalkan itu, punya pendidikan tinggi, dan mereka doakan orang tuanya yang telah gugur dalam tugas,” ujarnya.

Sebelumnya, tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak KKB di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sore.

Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan Perkiraan Awal Ramadan 1448 H, Jatuh 8 Februari 2027

Ketiga korban masing-masing Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus (35), dan Wili Mbuik (24). Saat kejadian, mereka tengah menjalankan tugas mendistribusikan bantuan ternak kepada masyarakat.

Baca Juga  Menaker Yassierli Tegaskan Pengawasan Ketat untuk Cegah Penyalahgunaan Program Magang Nasional 2025

Amran menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menyebut ketiganya sebagai petugas yang gugur ketika menjalankan tugas membantu masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua,” kata Amran, Kamis (10/9/2026).

Amran juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penembakan tersebut agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi terhadap petugas yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *