Hasto Kristiyanto Kritik Praktik Penolongan Pasien Demi Pencitraan

  • Bagikan
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto dalam acara seminar Pelatihan Relawan Kesehatan PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (8/11/2025). (Foto: Tim Media DPP PDIP/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, melontarkan kritik tajam terhadap praktik penolongan pasien yang dilakukan hanya demi pencitraan politik. Ia menegaskan, gerakan kemanusiaan harus lahir dari panggilan hati dan kesadaran ideologis, bukan semata kepentingan elektoral.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto dalam Seminar Pelatihan Relawan Kesehatan PDIP yang digelar di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Acara ini dihadiri relawan kesehatan dari wilayah Jabodetabek dan Sukabumi.

“Menjalankan fungsi kemanusiaan itu bukan elektoral. Elektoral itu pasti akan datang ketika kita turun ke bawah dan menyatu bersama rakyat,” ujar Hasto.

“Jadikan relawan kesehatan ini sebagai panggilan hidup dan panggilan ideologis,” sambungnya.

Baca Juga : PDIP Tambah 17 Pengacara untuk Bela Hasto, Ada Eks Jubir KPK

Hasto menegaskan, PDIP berkomitmen memperkuat jaringan relawan kesehatan yang bekerja atas dasar pengabdian tulus kepada rakyat salah satunya penolongan pasien bukan cuman pencitraan saja. Menurutnya, gerakan ini harus menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, bukan alat mencari simpati politik.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan relawan kesehatan tersebut.

“Ibu Ketua Umum memberikan dukungan sepenuhnya terhadap relawan kesehatan ini dalam upaya mendampingi pasien,” ujar Hasto.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa relawan harus lebih fokus pada pendekatan preventif (pencegahan) dibanding kuratif (penyembuhan).

Baca Juga : Eks Jubir KPK Febri Diansyah jadi Pengacara Hasto: Dakwaan KPK Terkesan Dioplos

Hasto menuturkan pengalamannya saat berkunjung ke Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, di mana akses layanan kesehatan masih sangat terbatas. Ia menggambarkan betapa krusialnya peran relawan kesehatan di daerah terpencil dan kepulauan.

Baca Juga  Hasto Tegaskan PDIP Dukung Program Strategis Pemerintahan Prabowo

Menurutnya, relawan berperan sebagai jembatan antara masyarakat dan layanan kesehatan, dengan tugas mengenalkan sanitasi sehat, rumah sehat, gizi seimbang, hingga pencegahan penyakit menular.

“Relawan bisa menginisiasi pembuatan masker secara mandiri sebagai bentuk kemandirian rakyat,” ujarnya.

Hasto juga mengingatkan pentingnya edukasi gizi berbasis kearifan lokal. Ia mengajak relawan menggali pengetahuan dari buku panduan warisan Bung Karno, Mustika Rasa, yang memuat beragam informasi tentang bahan pangan bergizi lokal seperti daun kelor dan sumber protein murah.

“Bagaimana mencukupi kebutuhan protein, memastikan gizi yang cukup bagi anak-anak sejak dalam kandungan—semua itu bagian dari kerja ideologis relawan kesehatan,” tandas Hasto.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *