Nusawarta.id, Jawa Timur — Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar melakukan silaturahmi Lebaran ke kediaman ulama kharismatik KH Nurul Huda Djazuli di Kediri, Jawa Timur, Minggu (29/3/2026). Pertemuan dua ulama sepuh tersebut menjadi perhatian publik dan dinilai sebagai simbol kuatnya tradisi ukhuwah serta persaudaraan yang terus dijaga di lingkungan pesantren.
Momentum silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Tradisi saling mengunjungi para kiai pada Hari Raya Idulfitri memang telah lama menjadi bagian penting dari budaya pesantren, yang tidak hanya bermakna sosial, tetapi juga spiritual.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyebut pertemuan tersebut sebagai teladan berharga bagi generasi muda. Menurutnya, silaturahmi yang terus dijaga para kiai menunjukkan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan serta saling mendoakan di antara sesama.
“Foto ini menjadi nasihat bagi kita yang muda-muda. Bahwa para kiai terus menjaga silaturahmi, menjaga persaudaraan, dan saling mendoakan,” ujar Gus Ipul.
Baca Juga : PBNU Mulai Siapkan Muktamar ke-35, Verifikasi Kepengurusan Jadi Tahap Awal
Ia menjelaskan bahwa pertemuan antarulama biasanya tidak hanya diisi dengan obrolan ringan, tetapi juga membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan umat. Mulai dari perkembangan dunia pesantren, dinamika organisasi Nahdlatul Ulama, hingga isu-isu kebangsaan yang tengah dihadapi masyarakat.
“Kalau para kiai bertemu, yang dibahas ya soal pesantren, NU, keluarga, dan masalah-masalah terkini,” katanya.
Menurut Gus Ipul, tradisi silaturahmi Lebaran di kalangan ulama memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar tradisi sosial. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan sanad keilmuan serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para kiai dan santri.
Selain itu, kegiatan tersebut juga memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pembinaan umat yang memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat dan damai di tengah masyarakat.
Pertemuan antara KH Miftachul Akhyar dan KH Nurul Huda Djazuli juga mencerminkan eratnya hubungan antarpesantren yang selama ini menjadi fondasi kekuatan Nahdlatul Ulama. Jaringan pesantren yang saling terhubung melalui tradisi silaturahmi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan keagamaan di Indonesia.
Gus Ipul pun mengajak masyarakat untuk meneladani sikap para ulama dalam menjaga hubungan baik, terutama pada momentum Idulfitri. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan saling menghormati dapat terus dipelihara sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, semangat silaturahmi yang dicontohkan para kiai bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga pesan moral agar masyarakat senantiasa menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan, dan membangun kehidupan sosial yang rukun.












