Nusawarta.id, Kandangan – Isu maraknya truk angkutan batu bara yang melintas di jalan nasional Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi perhatian serius di kalangan mahasiswa. Presiden Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Darul Ulum Kandangan, Ahmad Ridha, berkomitmen untuk membawa masalah ini ke dalam agenda pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan, yang dijadwalkan pada 27 Januari 2025.
Ridha menilai, keresahan warga HSS terhadap truk batu bara perlu direspon dengan langkah konkret. Warga telah lama mengeluhkan kerusakan jalan, potensi bahaya lalu lintas, serta pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kalsel Nomor 3 Tahun 2008 yang melarang angkutan batu bara melintas di jalan umum.
“Kami mendesak agar Perda Kalsel ditegakkan dengan tegas. Aturan ini tidak boleh hanya menjadi formalitas di atas kertas. Pemerintah harus memastikan koordinasi yang jelas antara daerah pengirim, perlintasan, dan penerima agar operasional truk batu bara tidak mengganggu masyarakat,” ujar Ridha saat ditemui di Kandangan.

Ridha juga menyerukan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi keselamatan warga dan memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak akibat aktivitas truk tersebut. “Infrastruktur yang rusak berdampak besar pada masyarakat. Pemerintah harus bertindak cepat sebelum masalah ini semakin meluas,” tambahnya.
Ia juga mengajak mahasiswa di seluruh Kalimantan Selatan untuk bersatu dalam mengawal kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa pemerintah menjalankan aturan yang ada dengan efektif.
“Jika masalah ini tidak ditangani dengan serius, kami tidak akan ragu untuk turun ke jalan menyuarakan aspirasi. Ini bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal keadilan dan keselamatan masyarakat,” tegas Ridha.
Komitmen Presiden Mahasiswa IAI Darul Ulum ini mendapat dukungan dari berbagai elemen mahasiswa lainnya. Diharapkan, melalui forum BEM se-Kalsel, isu ini dapat menjadi agenda prioritas yang didorong hingga tuntas. (Syairi/Red)












