Target 1.369 Kampung Nelayan Rampung 2029, Pemerintah Dorong “Revolusi Ekonomi” Pesisir

  • Bagikan

Nusawarta.id, Jakarta — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dapat diselesaikan pada 2029. Program tersebut digadang-gadang menjadi motor penggerak “revolusi ekonomi” di wilayah pesisir sekaligus menekan angka kemiskinan hingga nol persen.

Trenggono menyampaikan, hingga saat ini pemerintah telah membangun sekitar 100 titik KNMP yang tersebar di berbagai daerah pesisir Indonesia. Ia optimistis percepatan pembangunan akan terus dilakukan guna mencapai target yang telah ditetapkan.

“Di tahun 2029 saya harus mampu menyelesaikan 1.369 KNMP, yang 100 titik sudah kita bangun,” ujar Trenggono dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Menurut dia, konsep kampung nelayan modern dirancang untuk mengoptimalkan potensi ekonomi desa pesisir melalui pembangunan kawasan yang lebih tertata, produktif, dan berbasis teknologi. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan di tingkat lokal.

Baca Juga : Trenggono Percepat Pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026

Ia menilai, jika model tersebut diterapkan secara luas, dampaknya tidak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan, tetapi juga mendorong transformasi ekonomi di tingkat akar rumput. “Jika seluruh wilayah pesisir memiliki kawasan nelayan modern seperti ini, maka akan terjadi revolusi ekonomi yang signifikan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Trenggono juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan terhadap penguatan sektor masyarakat pesisir dan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pesisir.

Program KNMP yang merupakan gagasan Presiden Prabowo disebut telah menunjukkan dampak nyata di lapangan. Salah satu contohnya terlihat di lokasi percontohan KNMP Samber Binyeri, Biak, Papua.

Di kawasan tersebut, produktivitas nelayan tercatat meningkat hingga dua kali lipat, dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton hasil tangkapan ikan. Selain itu, jumlah hari melaut juga mengalami kenaikan dari 9 hari menjadi 13 hari atau meningkat sekitar 44 persen.

Baca Juga  KKP dan Muhammadiyah Bersinergi Sukseskan Program Ekonomi Biru

Peningkatan ini dinilai menjadi indikator keberhasilan program dalam mendorong efisiensi dan produktivitas sektor perikanan tangkap di tingkat desa. Pemerintah pun berencana mereplikasi model serupa ke berbagai daerah pesisir lainnya di Indonesia.

Baca Juga : Trenggono Gerak Cepat Atasi Penumpukan Kapal Nelayan di Muara Angke

Dengan perluasan pembangunan KNMP, pemerintah berharap tercipta pemerataan ekonomi yang lebih berkeadilan, khususnya bagi masyarakat pesisir yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi.

Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengentasan kemiskinan, tetapi juga fondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *