Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pemerintah akan mempercepat pembangunan 1.000 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan dikerjakan secara paralel sepanjang 2026. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Trenggono menjelaskan, hingga saat ini pembangunan kampung nelayan telah mencapai 100 titik yang tersebar di berbagai wilayah. Pembangunan tersebut dilakukan dalam dua tahap, yakni 65 titik pada tahap pertama dan 35 titik pada tahap kedua.
“Dari kita bagaimana salah satunya pembangunan KNMP bisa lebih di-speed up. Di tahun ini kami sudah membangun di 100 titik, 65 tahap satu, 35 tahap kedua. Itu totalnya semuanya 100. Semuanya diperkirakan akhir bulan Mei selesai,” kata Trenggono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat (10/4/2026).
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menaruh perhatian pada kesiapan sumber daya manusia yang akan mengelola kampung nelayan tersebut. Menurut Trenggono, kesiapan masyarakat atau pengawakan pengelola menjadi faktor penting agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kemudian pengawakan dari kampung nelayan kan penting juga, itu salah satu yang kami bahas dengan Bapak Presiden,” ujarnya.
Baca Juga : Trenggono Gerak Cepat Atasi Penumpukan Kapal Nelayan di Muara Angke
Lebih lanjut, Trenggono menyampaikan bahwa target pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih akan difokuskan pada wilayah Indonesia timur. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan potensi ekonomi kelautan di kawasan tersebut.
“Kemudian berikutnya itu 1000 (KNMP) di 2026 secara paralel kami kerjakan dan fokusnya adalah ke Indonesia timur,” tuturnya.
Trenggono menegaskan pembangunan KNMP tidak sekadar membangun fasilitas fisik, tetapi juga harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis sebelum proyek dimulai. Salah satu syarat utama adalah kesiapan lokasi serta dukungan infrastruktur dasar.
“Kuncinya nomor satu titik wilayah. Nomor dua adalah lahan lokasi. Lahannya minimal di atas 500 meter persegi, kalau bisa 1.000 meter persegi, kecuali hub bisa lebih luas. Ketiga kita petakan akses untuk jalan,” kata Trenggono dalam keterangan tertulis sebelumnya.
Sebagai informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,34 triliun untuk pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahap pertama di berbagai daerah. Program ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa nelayan melalui peran aktif koperasi serta partisipasi masyarakat setempat.
Baca Juga : Asuransi hingga SPBN, Trenggono Gaspol Sejahterakan Nelayan Lombok Timur
Melalui program KNMP, pemerintah juga menargetkan terciptanya lapangan kerja baru di wilayah pesisir. Selain itu, program ini diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di berbagai daerah di Indonesia.












