Nusawarta.id, Jakarta – Politikus sekaligus pengacara Garda Prabowo, Ferdinand Hutahaean, mempertanyakan sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi terkait pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan terjadinya percepatan politik sebelum Pemilu 2029.
Ferdinand menilai Jokowi terkesan tidak memberikan respons ketika Budi Arie menyampaikan kemungkinan situasi politik tidak berjalan hingga 2029. Sikap tersebut, menurut dia, berbeda dengan respons Jokowi saat muncul wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Mengapa Jokowi diam membisu dan tidak mencegah Budi Arie berbicara tentang potensi pemilu yang dipercepat sebelum 2029,” ujar Ferdinand melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga : Komisi III DPR Apresiasi Bareskrim Kejar Dalang dan Pemodal Karhutla
Mantan Ketua DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden atau Bara JP itu menilai, jika merujuk pada pernyataan Jokowi sebelumnya bahwa presiden dan wakil presiden merupakan satu paket, maka Jokowi seharusnya juga memberikan respons terhadap isu mengenai kemungkinan jatuhnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ferdinand bahkan mengaitkan sikap tersebut dengan dugaan adanya kelompok politik yang disebutnya berada di balik sejumlah kegaduhan nasional. Ia menuding kelompok yang disebutnya sebagai “geng Solo” terlibat dalam berbagai gerakan politik untuk menjatuhkan Prabowo.
Ia juga mengaitkan dugaannya dengan rencana aksi demonstrasi yang disebut akan berlangsung pada 27 dan 28 Agustus 2026. Namun, tudingan tersebut merupakan pandangan Ferdinand dan tidak disertai bukti yang dipaparkan dalam pernyataannya.
Sebelumnya, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyatakan organisasinya tetap mendukung pemerintahan Prabowo. Namun, ia sempat menyampaikan kemungkinan adanya perubahan atau percepatan situasi politik sebelum Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan setelah videonya beredar di media sosial. Budi Arie mengaku memiliki insting bahwa dinamika politik nasional bisa berubah lebih cepat dari perkiraan.
Baca Juga : Prabowo Resmikan Proyek PLTS 100 GWp, Target Rampung Kurang dari Tiga Tahun
“Pak, insting saya ini kayaknya nggak sampai 2029,” ujar Budi Arie, merujuk pada pernyataan yang disebutnya pernah disampaikan kepada Jokowi.
Meski demikian, Budi Arie tidak menjelaskan secara rinci maksud dari pernyataan mengenai kemungkinan percepatan politik tersebut. Projo juga tetap menyatakan komitmennya untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.













Respon (1)