Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengintensifkan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan dihimpun melalui Satgas Tanggap Bencana KKP dan disalurkan secara bertahap melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KKP akan mengerahkan sumber daya untuk membantu percepatan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“KKP saat ini ada satgas yang mengumpulkan bantuan seluruh eselon I dan masyarakat lain yang mempunyai keinginan untuk membantu saudara-saudara kita yang kena bencana,” kata Trenggono dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Minggu (25/8/2026).
Baca Juga : Praperadilan Lodewyk Pusung Diputus Hari Ini, Status Tersangka Korupsi MBG Dipertaruhkan
Juru Bicara KKP Ayu Rahmawati mengatakan Satgas Tanggap Bencana terus melakukan assessment, validasi data, dan koordinasi di lapangan bersama UPT KKP, BNPB, BMKG, Basarnas, serta pemerintah daerah.
Salah satu penyaluran bantuan dilakukan pada 22 Agustus 2026 melalui Posko BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma. Bantuan tahap ketiga tersebut mencakup 650 sarung, 8.100 popok bayi, 9.600 pembalut wanita, 1.440 sikat gigi, 2.880 pasta gigi, sabun mandi, deterjen, serta berbagai kebutuhan lainnya.
KKP juga menyalurkan pakaian dalam, perlengkapan bayi, handuk, selimut, tikar, hingga peralatan memasak dan makan.
Selain penyaluran bantuan, KKP mempercepat validasi data nelayan, anak buah kapal, kapal, alat tangkap, fasilitas perikanan, pengungsi, serta nilai kerugian usaha masyarakat akibat bencana.
Satgas juga melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas perikanan terdampak, termasuk Pelabuhan Perikanan dan Tempat Pelelangan Ikan Alok, agar fasilitas yang dinyatakan aman dapat segera kembali difungsikan.
Baca Juga : Forum Rakyat Pati Mengadu ke DPR, Soroti Ketegasan APH dan Hoaks Medsos
Sementara itu, hingga 22 Agustus 2026, total donasi uang yang dihimpun KKP mencapai Rp920 juta. Setelah sebagian dana digunakan untuk pengadaan paket bantuan, dana yang masih tersedia tercatat sebesar Rp767,06 juta.
KKP memastikan seluruh bantuan dan donasi akan dikelola secara transparan serta disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat terdampak melalui koordinasi dengan BNPB dan instansi terkait.












