Nusawarta.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan sebanyak 200 unit becak listrik untuk mendukung kelancaran transportasi selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Bantuan tersebut diserahkan kepada para tukang becak di Jombang yang akan bertugas memberikan layanan transportasi bagi peserta muktamar selama kegiatan berlangsung.
Bupati Jombang Warsubi mengatakan bantuan becak listrik itu merupakan bentuk dukungan Presiden Prabowo terhadap penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang akan dipusatkan di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
“Hari ini kita menyerahkan bantuan becak listrik dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada tukang becak sejumlah 200 becak listrik dalam rangka mendukung Muktamar NU ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang,” ujar Warsubi di Jombang, Selasa (25/8/2026).
Sebanyak 200 tukang becak telah dipersiapkan untuk mengoperasikan kendaraan tersebut selama rangkaian kegiatan muktamar. Para pengemudi akan mendapatkan kompensasi dari panitia sebesar Rp150 ribu per hari selama empat hari.
Dengan demikian, setiap tukang becak akan menerima total kompensasi sebesar Rp600 ribu selama menjalankan tugas melayani mobilitas peserta Muktamar ke-35 NU.
Warsubi menegaskan, layanan becak listrik tersebut diberikan secara gratis kepada seluruh peserta muktamar. Tukang becak dilarang memungut biaya dari peserta yang menggunakan jasa transportasi tersebut.
“Para tukang becak ini tugasnya mengantar peserta muktamar secara gratis. Peserta muktamar yang naik becak tidak boleh dipungut. Tapi kalau memang peserta memberi, ya tidak apa-apa diterima,” katanya.
Baca Juga : Wabup Balangan Ingatkan Dana Hibah Harus Tepat Sasaran dan Bisa Dipertanggungjawabkan
Untuk menjaga pelayanan tetap tertib, panitia akan menempatkan para pengemudi di sejumlah titik dan pos pelayanan yang telah ditentukan. Becak listrik nantinya digunakan untuk mengantar peserta dari satu lokasi kegiatan ke lokasi lainnya di sekitar kawasan pelaksanaan muktamar.
Selain membantu kelancaran mobilitas ribuan peserta, penggunaan becak listrik juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Jombang juga mengingatkan para penerima bantuan agar merawat dan memanfaatkan becak listrik tersebut dengan baik. Warsubi menegaskan kendaraan bantuan itu tidak boleh diperjualbelikan maupun digadaikan.
“Bantuan ini tidak boleh dijual atau digadaikan, harus dirawat dengan baik. Ini merupakan pemberian Bapak Presiden untuk mengurangi beban tukang becak agar tidak capek dalam mengayuh becaknya,” jelasnya.
Dengan penyaluran 200 unit pada tahap ketiga, total bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo yang telah diterima Kabupaten Jombang kini mencapai 360 unit.
Sebelumnya, Jombang telah menerima 60 unit pada tahap pertama dan 100 unit pada tahap kedua. Ratusan becak listrik tersebut kini menjadi bagian dari persiapan transportasi menjelang kedatangan ribuan peserta Muktamar ke-35 NU.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq atau Gus Rozaq, menyambut positif bantuan tersebut. Menurutnya, keberadaan becak listrik akan membantu panitia memberikan pelayanan transportasi kepada peserta yang datang dari berbagai daerah.
Baca Juga : Komisi V DPR Usul Lembaga Superbody Bencana, Huda Soroti Penanganan Gempa NTT
“Alhamdulillah kami sangat bergembira sekali dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan bantuan becak listrik kepada tukang becak Jombang,” ujar Gus Rozaq.
Ia mengatakan sekitar 200 tukang becak telah disiapkan untuk mengoperasikan kendaraan bantuan tersebut. Seluruh operator akan menjalani proses registrasi sebelum ditempatkan di sejumlah pos pelayanan.
“Yang 200 itu sudah siap, insyaallah. Setelah kita registrasi akan kita plotting di beberapa pos. Fungsinya untuk mengantarkan peserta menuju lokasi muktamar,” katanya.
Bantuan 200 unit becak listrik tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas peserta Muktamar ke-35 NU, tetapi juga memberikan kemudahan bagi para tukang becak dalam menjalankan pekerjaannya sekaligus menjadi sarana transportasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.












