Nusawarta.id, Banjarbaru – Provinsi Kalimantan Selatan memiliki kondisi geografis yang terdapat banyak sungai dan anak sungai, ditambah dengan kondisi curah hujan tahunan yang tinggi menyebabkan sejumlah wilayah rentan terhadap bencana hidrometeorologi.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Farid Fakhmansyah melalui Kasubid Kesiapsiagaan Ariansyah menyampaikan pentingnya pemahaman masyarakat akan potensi bencana perlu terus ditingkatkan.
Beragam ancaman bencana hidrometeorologi tidak hanya terjadi saat musim penghujan namun ketika musim panas, potensi bencana tetap menghantui wilayah Kalsel.
“Kebakaran lahan, kekeringan, banjir, angin puting beliung serta cuaca ekstrem menjadi ancaman tahunan yang harus diketahui dan diwaspadai masyarakat” kata Ariansyah kepada Nusawarta.id (22/04/2025).
BPBD Kalsel sendiri telah menjalankan sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan publik antara lain Satuan Pendidikan Aman Bencana, Desa Tangguh Bencana dan Keluarga Tangguh Bencana.
Seluruh program tersebut adalah konsep yang mengintegrasikan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons bencana kepada masyarakat.
Selain itu, pihaknya bersama BMKG, Dinas PUPR dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan bekerjasama dalam mengamati perubahan cuaca dan iklim yang akan di hadapi Provinsi Kalsel guna deteksi dini.
“Kenali karakteristik daerah tempat tinggal, simpan kontak darurat lembaga penting (BPBD, Damkar, Basarnas), menyiapkan tas siaga bencana dan hindari berita hoax yang beredar” lanjut Ari.
Masyarakat dapat mengetahui informasi terkini berkaitan dengan perkembangan cuaca dan potensi kebencanaan melalui kanal resmi media sosial BPBD Provinsi Kalimantan Selatan dan kanal informasi peringatan Dini Bencana – Siap Aman Tangguh (INGAT SI ANANG). (Arm/Red)












