Nusawarta.id, Hulu Sungai Tengah —Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Damanhuri Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menghadapi kekurangan stok darah yang cukup signifikan. Kepala Unit Pengelola Darah RSUD H. Damanhuri Fatimah mengatakan bahwa kebutuhan darah di rumah sakit tersebut mencapai 500 hingga 600 kantong per bulan.
“Stok darah yang tersedia tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal RSUD H. Damanhuri, tetapi juga untuk Klinik Mubarak dan pasien rujukan dari kabupaten lain. Kekurangan ini berpotensi menghambat pelayanan medis jika tidak segera ditangani,” ungkap Fatimah pada Selasa (29/04/2025).
RSUD H. Damanhuri Barabai terus mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah guna memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat. Setetes darah yang didonorkan dapat menyelamatkan nyawa sesama
Untuk memastikan kelancaran proses donor darah, Fatimah memberikan beberapa tips bagi pendonor pemula, yakni beristirahat dan makan yang cukup sebelum mendonor, lalu perbanyak minum air putih, serta pastikan berat badan minimal 50 kilogram.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Komisi I DPRD HST Yajid Fahmi bersama sejumlah kerabat dan warga dalam beberapa waktu lalu melakukan donor darah di UPD RSUD H. Damanhuri Barabai.
“Saya terpanggil karena sesuai informasi stok darah di UPD ini menipis, sedangkan kebutuhan cukup besar dan berpotensi menghambat pelayanan jika stoknya tidak terpenuhi. Oleh karena itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mendonorkan darah.” kata Yajid. (Zak/Red)












