Nusawarta.id, Jakarta — Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian di Papua dalam dua tahun ke depan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendorong modernisasi pertanian sekaligus memperkuat kemandirian pangan di wilayah timur Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan alokasi anggaran tersebut merupakan yang terbesar yang pernah diberikan pemerintah untuk pembangunan pertanian di Papua. Menurutnya, kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Totalnya Rp5 triliun. Ini anggaran sektor pertanian tertinggi sepanjang sejarah, itu atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar Amran usai Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Amran menjelaskan anggaran tersebut berasal dari hasil efisiensi dan refocusing anggaran Kementerian Pertanian yang kemudian dialihkan untuk memperkuat berbagai program strategis, termasuk pengembangan pertanian di Papua.
Pada 2025, pemerintah telah mengalokasikan lebih dari Rp2 triliun untuk sektor pertanian di Papua. Nilai tersebut meningkat pada 2026 menjadi sekitar Rp3,2 triliun, sehingga total anggaran yang disiapkan dalam dua tahun mencapai sekitar Rp5 triliun.
Baca Juga : Satpol PP DKI Kerahkan 500 Personel Bantu Pengamanan Aksi Mahasiswa di Jakarta
Dana tersebut akan difokuskan untuk mempercepat pengembangan berbagai komoditas unggulan sekaligus memperkuat sarana produksi dan infrastruktur pertanian di seluruh wilayah Papua.
Dalam rapat konsolidasi tersebut, sekitar 200 peserta yang terdiri atas gubernur, bupati, kepala dinas, petani, hingga penyuluh pertanian menyampaikan berbagai kebutuhan daerah. Usulan yang disampaikan meliputi pengembangan tanaman pangan dan perkebunan, pembangunan irigasi, program cetak sawah, serta bantuan alat dan mesin pertanian.
Pemerintah menargetkan Papua menjadi salah satu kawasan penopang ketahanan pangan nasional bersama Kalimantan, Sumatera, dan Jawa.
Menurut Amran, penguatan sektor pertanian di wilayah-wilayah tersebut diharapkan mampu mendukung kemandirian pangan dan energi nasional serta membantu menjaga stabilitas inflasi.
Selain meningkatkan produksi pangan, pembangunan sektor pertanian di Papua juga diarahkan untuk mengurangi disparitas harga bahan pokok yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Komoditas yang menjadi fokus pengembangan meliputi padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, dan singkong. Pengembangan akan disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah di Papua.
Amran mengungkapkan sebagian besar usulan yang disampaikan pemerintah daerah telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pertanian. Ia menyebut sekitar 90 persen permintaan yang diajukan telah dipenuhi dan berpotensi meningkat menjadi 100 persen apabila pelaksanaannya menunjukkan progres yang baik.
Baca Juga : Zulhas: Piala Dunia 2026 Jadi Pemersatu Bangsa dan Penggerak Ekonomi UMKM
Untuk tahun 2026, anggaran sebesar Rp3,2 triliun akan digunakan untuk berbagai program, mulai dari pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan, hingga pembangunan lahan dan jaringan irigasi serta pengadaan sarana dan prasarana pertanian.
Pemerintah berharap dukungan anggaran tersebut dapat mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas petani, serta memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat di seluruh Tanah Papua.












