Penemu Bobibos Ikhlas Thamrin Sambut Langkah Lemigas Percepat Uji Coba BBM Alternatif Bobibos

  • Bagikan
Bobibos, bahan bakar alternatif berbahan baku jerami. (Foto: Instagram Bobibos/Nusawarta.id).

Nusawarta.id, Jakarta – Penemu Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos (Bobibos), M Ikhlas Thamrin, menyambut baik langkah Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang akan mendorong proses uji coba dan perizinan Bobibos ke Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM.

Ikhlas menilai keputusan tersebut menjadi tonggak penting untuk memastikan standar teknis dan legalitas produk dapat dipenuhi sebelum Bobibos masuk ke pasar. Ia menegaskan, pihaknya siap mengikuti seluruh arahan serta prosedur yang ditetapkan regulator.

“Tentu kita akan mengikuti arahan dari EBTKE, dan kita harus mengikuti tahapan-tahapan yang sudah ditentukan dan disepakati,” ujar Ikhlas Thamrin dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (20/11/2025).

Ia menjelaskan, Bobibos telah memiliki dua varian produk yang siap diujicoba dan dipasarkan. Varian setara bensin disebut biogasoline, sementara varian setara solar masih dalam proses penentuan nama bersama tim EBTKE.

Baca Juga : Stok BBM dan LPG Nasional Minim, Pemerintah Siapkan Strategi Cadangan Energi

“Bobibos memiliki dua produk. Produk pertama disebut biogasoline, ya. Jadi Bobibos disebut biogasoline,” katanya.

Ikhlas menambahkan, penentuan istilah dan klasifikasi Bobibos berkaitan erat dengan penyusunan standar teknis sebagai dasar pengujian. Saat ini, template parameter untuk biogasoline belum tersedia, sehingga membutuhkan forum diskusi bersama berbagai pemangku kepentingan seperti produsen mesin, regulator, akademisi, dan pengembang teknologi.

“Karena template parameter biogasoline ini belum ada, maka untuk menentukan parameter-parameter ini perlu diadakan komunikasi teknis atau semacam FGD dengan beragam stakeholder,” jelasnya.

Ia menegaskan, parameter yang dihasilkan dari diskusi teknis itu akan menjadi acuan utama dalam penyusunan metode uji oleh regulator.

“Ketika parameter ini sudah ditetapkan, tentu lanjutannya adalah metode uji. Nanti Bobibos akan mengikuti tahapan-tahapan metode uji yang sudah ditetapkan hingga dikeluarkan legalisasi dari EBTKE,” paparnya.

Baca Juga : Soal BBM Oplosan di Pulau Muna, 41,5 persen Masyarakat Tidak Yakin Kinerja Polisi

Bobibos merupakan inovasi yang dikembangkan PT Inti Sinergi Formula dan diperkenalkan pada 2 November 2025 di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Produk ini menarik perhatian publik karena diklaim mampu menghasilkan nilai oktan mendekati RON 98 serta memanfaatkan limbah pertanian, khususnya jerami, sebagai bahan baku utama.

Baca Juga  Mengawali 2025, ISMI Jatim Perkuat Sinergi Ekonomi Umat

Berdasarkan riset insentif yang dilakukan Ikhlas dan tim selama lima tahun, Bobibos tercatat menghasilkan emisi mendekati nol dari seratus kali percobaan.

BBM berbasis tumbuhan ini hadir dalam dua varian: Bobibos setara bensin berwarna putih dan Bobibos setara solar berwarna merah. Keduanya digadang-gadang menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan dan berkelanjutan buatan anak bangsa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *