Nusawarta.id, Jakarta — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kinerja impresif di awal tahun 2025 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp36,6 triliun dan laba bersih mencapai Rp5,8 triliun. Di tengah dinamika ekonomi yang menantang, Telkom menunjukkan ketangguhannya melalui strategi digital yang solid dan berkelanjutan.
Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menegaskan bahwa perusahaan tetap tangguh dan optimis menghadapi tantangan.
“TelkomGroup terus membuktikan resiliensi menghadapi berbagai dinamika, termasuk pelemahan daya beli masyarakat. Fokus pada pengembangan infrastruktur dan bisnis digital menjadi kunci pertumbuhan jangka panjang perusahaan,” ujarnya kepada media, Jum’at (2/5/2025).
Segmen consumer, yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp27,2 triliun. Bisnis digital menyumbang 90,3% dari pendapatan segmen ini, sementara pelanggan IndiHome residensial tumbuh 10,4% YoY menjadi 9,8 juta. Telkomsel juga memperkuat posisi pasar melalui simplifikasi produk dan peningkatan layanan, dengan jumlah pelanggan seluler mencapai 158,8 juta.
Di sektor enterprise, pendapatan naik 2,9% YoY menjadi Rp5 triliun, didorong oleh layanan Indibiz, satelit, dan pembayaran digital. Sementara itu, segmen wholesale dan internasional menyumbang Rp4,8 triliun, tumbuh 0,6% YoY.
Anak usaha Telkom, Mitratel, mencatatkan pendapatan Rp2,3 triliun dan laba bersih Rp526 miliar. Mitratel terus memperkuat fondasi bisnis melalui ekspansi menara dan jaringan fiber optik. Jumlah menara kini mencapai 39.593 unit, dengan fiber optik sepanjang 53.544 km.
Pada bisnis data center dan cloud, Telkom membukukan pendapatan Rp446 miliar. Dengan mengoperasikan 35 data center berkapasitas total 38 MW serta 2.420 rack untuk edge data center, Telkom berupaya membangun ekosistem digital nasional yang terintegrasi.
Melalui inisiatif 5 Bold Moves, Telkom mendirikan PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) yang berfokus pada layanan wholesale fiber dan managed services. TIF mencatat kemajuan signifikan dalam transisi operasional serta mulai menghasilkan pendapatan eksternal dari pasar wholesale.
Telkom juga merealisasikan belanja modal sebesar Rp5 triliun di kuartal pertama 2025, yang sebagian besar dialokasikan untuk perluasan konektivitas digital, termasuk jaringan fiber, menara, satelit, dan kabel bawah laut.
Komitmen terhadap prinsip ESG turut diperkuat, salah satunya melalui verifikasi independen emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai bagian dari strategi menuju Net Zero Emissions 2060. Hasil verifikasi menunjukkan data emisi Telkom dinyatakan “unmodified” atau akurat dan dapat dipercaya.
Dengan capaian ini, Telkom mempertegas posisinya sebagai pemimpin transformasi digital di Indonesia yang tumbuh secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. (Ki/Red)












