Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan peran vital Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam mendukung program prioritas pemerintah. Ia menyebutkan, PKK memiliki potensi besar untuk menjadi “kaki-kaki” program nasional, mulai dari penanggulangan stunting, pelayanan kesehatan dasar, pemberantasan buta huruf, hingga pengentasan kemiskinan.
Pernyataan tersebut disampaikan Mendagri dalam pelantikan Ketua TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Papua Pegunungan, yang berlangsung secara hybrid dari Kantor Pusat Kemendagri, Kamis (24/4/2025). Ia mengungkapkan bahwa banyak kementerian tidak memiliki jangkauan langsung ke masyarakat akar rumput, sehingga kehadiran PKK yang sudah tertanam hingga tingkat rumah tangga menjadi mitra strategis yang sangat dibutuhkan.
Menurut Mendagri, PKK adalah kekuatan sosial yang luar biasa karena mampu menjangkau wilayah yang bahkan tidak dapat dijangkau oleh institusi resmi negara seperti TNI atau Polri. Dengan keunikan ini, ia mendorong PKK untuk memperluas kolaborasi, baik dengan instansi pemerintah pusat dan daerah, maupun melalui sumber pendanaan alternatif seperti hibah atau dana CSR dari dunia usaha.
Ia menganalogikan PKK sebagai kendaraan mewah yang dapat melaju kencang jika dikemudikan oleh pemimpin yang andal. Menurutnya, kepemimpinan di tubuh PKK adalah kunci agar gerakan ini dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat. Namun ia juga menekankan pentingnya kualitas pengikut atau bawahan yang mendukung keberhasilan pimpinan. Bawahan yang baik, ujarnya, bukan hanya sekadar loyal, tapi juga bekerja tuntas, tidak menimbulkan konflik, dan berkontribusi secara aktif terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Melalui pelantikan ini, Mendagri berharap struktur PKK di daerah semakin kuat dan adaptif terhadap tantangan pembangunan. Ia ingin agar PKK tidak hanya menjadi pelengkap struktur formal, melainkan menjadi penggerak yang nyata dan solutif dalam kehidupan masyarakat. Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pusat, termasuk Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani dan Pj. Gubernur Papua Pegunungan Velix Vernando Wanggai. (San/Red)












