PB HMI MPO Gelar Aksi di DPR, Sampaikan Lima Tuntutan untuk Pemerintah

  • Bagikan
Massa Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) mendatangi gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). (Foto: inilah.com/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Menuju Pembebasan Nasional” di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa aksi mulai tiba sekitar pukul 15.17 WIB dengan dipimpin mobil komando. Sejumlah orator secara bergantian menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Dalam orasinya, salah satu perwakilan PB HMI MPO menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi untuk mengawal jalannya pemerintahan sekaligus memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Kami datang ke gedung rakyat untuk menyampaikan sebuah gagasan konstruktif, yaitu Revolusi Indonesia Emas. Kami membawa Ampera atau Amanat Penderitaan Rakyat dari Sabang sampai Merauke, dari Natuna sampai Pulau Rote. Kami hadir di sini sebagai representatif setiap masyarakat yang terzalimi oleh pemerintah hari ini,” ujar orator dalam aksi tersebut.

Baca Juga : Aksi Mahasiswa di Kalsel Desak Pemerintah Evaluasi Harga BBM dan Kebijakan Ekonomi

PB HMI MPO menilai sejumlah kebijakan pemerintah perlu dievaluasi secara serius agar lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat dan mampu mewujudkan keadilan sosial serta kesejahteraan nasional.

Dalam aksi tersebut, PB HMI MPO menyampaikan lima tuntutan. Pertama, meminta evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai perlu ditinjau dari aspek efektivitas, transparansi, serta dampaknya bagi masyarakat.

Kedua, menolak pemborosan anggaran negara dan mendesak pemerintah mengelola keuangan negara secara lebih efisien, tepat sasaran, serta berorientasi pada kepentingan rakyat.

Ketiga, mendorong peningkatan kesejahteraan guru honorer melalui kebijakan yang menjamin kepastian status, peningkatan kesejahteraan, dan perlindungan hak-hak tenaga pendidik.

Baca Juga  Ratusan Emak-Emak Gelar Aksi Dukung Program MBG

Keempat, meminta pemerintah menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) guna mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi beban ekonomi rakyat.

Kelima, menuntut penegakan supremasi sipil sebagai prinsip fundamental dalam sistem demokrasi dan negara hukum yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.

Baca Juga : Rano Karno: Kisah Ulama dan Tokoh Lokal Perkuat Identitas Jakarta sebagai Kota Global

Selain menyampaikan tuntutan, PB HMI MPO juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal arah pembangunan nasional agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Menurut para peserta aksi, gerakan Menuju Pembebasan Nasional merupakan upaya untuk mendorong perubahan kebijakan yang dinilai lebih adil dan berpihak kepada masyarakat luas.

“Menuju Pembebasan Nasional adalah panggilan sejarah untuk melawan ketidakadilan, menegakkan kedaulatan rakyat, dan memastikan negara hadir bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” kata salah satu orator.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *