Dari Judes hingga Ugal-Ugalan, TransJakarta Benahi Kualitas Sopir Lewat Pelatihan Ulang

  • Bagikan
Angkot Jaklingko (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT TransJakarta akan melaksanakan program pelatihan ulang bagi seluruh sopir Mikrotrans (JakLingko). Langkah ini diambil menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait perilaku pengemudi di lapangan, mulai dari sikap tidak ramah hingga cara mengemudi yang dinilai ugal-ugalan.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan bentuk hukuman, melainkan investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi publik ibu kota.

“Program ini adalah investasi SDM, bukan hukuman. Kami dengar keluhan masyarakat, tapi juga jaga kesejahteraan sopir,” ujar Chico di Jakarta, Kamis (13/11).

TransJakarta menegaskan, program pelatihan ini tidak akan disertai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Sebaliknya, para pengemudi lama yang berhasil menyelesaikan pelatihan dan lulus uji kompetensi akan mendapatkan sertifikat baru dengan masa berlaku tiga tahun. Mereka juga akan diprioritaskan untuk mengemudikan armada Mikrotrans yang lebih baru.

Baca Juga : Gubernur Pramono Tegaskan Normalisasi Kali Krukut Harus Jalan: “Banjir Sudah Terlalu Sering Berulang”

Adapun kurikulum pelatihan meliputi Defensive Driving, Service Excellence, Safety & Emergency, Digital Ticketing, dan Etika Profesi. Sertifikasi bagi peserta akan diterbitkan oleh LSP TransJakarta, lembaga sertifikasi profesi berlisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan nomor lisensi LSP-2024-001.

“Bagi yang tidak lulus dua kali ujian, kami siapkan pelatihan remedial gratis serta opsi penempatan ke rute non-Mikrotrans seperti feeder BRT,” tambah Chico.

Selain melatih ulang sopir lama, TransJakarta juga menargetkan merekrut 1.000 pramudi baru sepanjang 2025. Para pengemudi baru akan menjalani pelatihan dasar dengan kurikulum yang sama, namun tanpa menggantikan posisi sopir yang sudah ada. Langkah ini diharapkan dapat menambah kapasitas layanan sekaligus memperbaiki kualitas interaksi antara pengemudi dan penumpang.

Baca Juga  Pramono Anung Temui KPK Bahas Antikorupsi

Berdasarkan data TransJakarta per 12 November 2025, tercatat terdapat 3.842 pramudi Mikrotrans aktif di seluruh wilayah operasional. Selama periode Januari–Oktober 2025, perusahaan menerima 1.127 laporan keluhan dari masyarakat.

Sebagian besar keluhan berkaitan dengan perilaku berkendara yang tidak aman dan pelayanan yang kurang ramah. Dari total laporan tersebut, 68 persen mengeluhkan sopir yang ugal-ugalan di jalan, 22 persen menyoroti sikap pengemudi yang judes atau tidak sopan, sementara 10 persen lainnya melaporkan sopir yang membawa anggota keluarga saat bertugas.

Baca Juga : Pramono Siap Tambah Unit Jaklingko, Copot Sopir Ugal-ugalan

Program pelatihan ulang ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan mutu layanan transportasi publik. Dengan pelatihan berbasis kompetensi, Pemprov DKI berharap sopir Mikrotrans dapat memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan manusiawi bagi seluruh pengguna angkutan umum.

“TransJakarta bukan hanya soal armada yang modern, tapi juga sopir yang profesional. Karena wajah pelayanan publik ada pada mereka,” tutur Chico menegaskan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *