Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan pasokan pupuk bersubsidi bagi petani di Sulawesi Tengah mencukupi menjelang musim tanam. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjamin kebutuhan pupuk tersedia tepat waktu agar aktivitas pertanian berjalan lancar.
Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (5/7/2026).
“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan petani benar-benar terpenuhi, penyaluran pupuk berjalan lancar, dan dapat ditebus oleh para petani,” ujar Zulhas.
Menurutnya, ketersediaan pupuk sebelum musim tanam menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Karena itu, kelancaran distribusi pupuk bersubsidi terus menjadi perhatian pemerintah guna menjaga produktivitas sektor pertanian.
Zulhas menjelaskan pemerintah telah melakukan reformasi tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi melalui penyederhanaan regulasi sehingga proses distribusi menjadi lebih cepat dan mudah diakses petani. Selain itu, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi.
Ketua Umum PAN tersebut menilai kebijakan itu diharapkan memberikan kepastian bagi petani dalam memulai musim tanam tanpa terkendala ketersediaan maupun harga pupuk.
“Pastinya pupuk tersedia sebelum musim tanam, jumlahnya cukup, dan harganya mendapat diskon,” katanya.
Ia menambahkan, penyaluran pupuk yang tepat waktu akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian nasional. Menurutnya, ketersediaan pupuk sebelum musim tanam berpotensi meningkatkan produksi pertanian hingga 8 persen.
“Jika pupuk lancar dan sudah tersedia sebelum musim tanam, produksi pertanian bisa naik. Jadi pupuk sangat penting bagi petani agar produktivitasnya meningkat,” ujarnya.
Baca Juga : KPK Akan Periksa Menhut Raja Juli Antoni Terkait Pertemuan dengan Bupati Kuansing
Sementara itu, realisasi penebusan pupuk bersubsidi di Sulawesi Tengah hingga saat ini telah mencapai 68.459 ton atau sekitar 42 persen dari total alokasi 161.400 ton. Penyaluran tersebut terdiri atas pupuk Urea sebanyak 23.668 ton, NPK Phonska 33.249 ton, NPK Khusus Kakao 10.432 ton, pupuk organik 1.038 ton, serta SP-36.
Selain realisasi penyaluran tersebut, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Sulawesi Tengah sebanyak 14.805 ton untuk memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi selama musim tanam berlangsung.












