THR ASN dan TNI/Polri Dipastikan Cair Awal Puasa

  • Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan tekait Tunjangan Hari Raya (THR) kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Foto: Inilah.com/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Kabar gembira datang bagi aparatur negara. Pemerintah memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, anggota Polri, serta pensiunan akan dilakukan pada awal Ramadan 2026. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk merealisasikan kebijakan tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pencairan THR direncanakan berlangsung pada minggu pertama bulan puasa. Hal itu disampaikan saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (19/2/2026). Meski tidak menyebutkan tanggal pasti, Purbaya menegaskan proses pencairan akan segera dilakukan.

“Minggu pertama puasa,” ujarnya singkat saat ditanya mengenai jadwal pencairan. Ketika kembali diminta memastikan, ia hanya tersenyum dan mengatakan, “Bentar lagi.”

Baca Juga : Kemenkeu Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

Anggaran THR tahun ini mencapai Rp55 triliun, meningkat dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp49,9 triliun. Dana tersebut akan disalurkan kepada sekitar 9,4 juta aparatur negara, meliputi ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Polri, hakim, serta para pensiunan.

Purbaya menjelaskan, pencairan THR merupakan bagian dari belanja negara pada kuartal I-2026 yang totalnya mencapai Rp809 triliun. Belanja ini diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global.

“Belanja pemerintah di triwulan pertama dijalankan secara tepat waktu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Prediksi kami, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 dapat tumbuh antara 5,5 persen hingga 6 persen,” tegasnya.

Menurut Purbaya, capaian tersebut merupakan angka yang sangat baik dan diharapkan mampu membawa Indonesia keluar dari jebakan pertumbuhan di kisaran lima persen. Pemerintah juga terus mendorong penguatan konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga : Menkeu Purbaya Minta Publik Tak Terus Persoalkan Program Makan Bergizi Gratis

Momentum libur dan cuti bersama, seperti perayaan Imlek dan Idul Fitri, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA), diyakini akan memberikan dorongan signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Pencairan THR di awal Ramadan diharapkan turut memperkuat daya beli, meningkatkan konsumsi, serta menggerakkan sektor perdagangan dan jasa.

Baca Juga  DPRD DKI Ingatkan Kesiapan Infrastruktur dalam Penerapan Wajib Pilah Sampah

Dengan kepastian pencairan THR ini, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga, sekaligus memberikan stimulus bagi perekonomian di awal tahun. Bagi para aparatur negara, kebijakan ini menjadi angin segar untuk memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *