Mendagri: Kreativitas Kepala Daerah Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

  • Bagikan
Tito Karnavian saat menjadi narasumber talk show Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas” di IDN Headquarters (HQ), Jakarta. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa kreativitas, keberanian, dan inovasi kepala daerah dalam mengelola potensi wilayah menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Mendagri saat menjadi narasumber talk show Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas” di IDN Headquarters (HQ), Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Mendagri menjelaskan, salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan daerah adalah kemandirian fiskal. Daerah yang memiliki kemampuan keuangan kuat dinilai lebih fleksibel dan cepat dalam mengeksekusi berbagai program pembangunan tanpa ketergantungan penuh pada transfer pemerintah pusat.

Baca Juga : Pemulihan Pascabencana Aceh Dipercepat Jelang Ramadhan, Kemendagri Fokus Kebutuhan Dasar Masyarakat

“Keberhasilan suatu daerah itu adalah kemandirian fiskal. Jadi kalau kemandirian fiskal mereka kuat, keuangan daerah itu kuat, dia membuat program apa saja gampang, mau ide apa pun bisa lebih mudah dieksekusi,” ujar Tito.

Ia menuturkan, penguatan kemandirian fiskal tidak terlepas dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditopang oleh aktivitas ekonomi dan dunia usaha yang sehat. Meski demikian, transfer dari pemerintah pusat tetap memiliki peran penting, terutama bagi daerah yang masih berkembang.

Mendagri mencontohkan sejumlah daerah yang berhasil membangun basis ekonomi yang kuat. Kabupaten Badung, Bali, mampu membiayai sebagian besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari sektor pariwisata melalui pajak hotel dan restoran. Sementara daerah seperti Timika dan Bojonegoro memperoleh pendapatan signifikan dari pengelolaan sumber daya alam.

Namun, Tito mengakui masih banyak daerah dengan PAD rendah akibat belum berkembangnya sektor swasta secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan daerah sangat bergantung pada belanja pemerintah dan transfer dari pusat.

Baca Juga  Mendagri Imbau Daerah Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Lonjakan Pemudik Jelang Lebaran

Untuk itu, Mendagri mendorong kepala daerah mengubah pola pikir, tidak hanya fokus pada pengelolaan belanja, tetapi juga aktif menciptakan serta memperluas sumber-sumber pendapatan baru melalui inovasi dan pemanfaatan potensi lokal.

Salah satu langkah strategis yang ditekankan adalah penyederhanaan perizinan. Menurutnya, kemudahan berusaha menjadi prasyarat utama dalam menarik investasi dan menggerakkan perekonomian daerah.

Baca Juga : Kemendagri Turunkan Inspektorat Awasi Kepala Daerah di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra

“Jadi berpikirlah lebih banyak bagaimana mencari pendapatan. Ini membutuhkan kreativitas, salah satunya adalah mempermudah perizinan,” katanya.

Selain itu, Mendagri menekankan pentingnya dialog berkelanjutan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, termasuk asosiasi pengusaha serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin), guna menggali potensi ekonomi dan merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Ia menegaskan, daerah yang mampu menjaga pendapatan tetap tinggi dan mengelola belanja secara efisien akan tumbuh lebih cepat dan mandiri. Hal tersebut sejalan dengan agenda nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kalau bisa dia jaga pendapatannya itu tinggi, belanjanya bisa dihemat, otomatis daerah itu akan maju dan tidak tergantung pada pemerintah pusat,” tandas Mendagri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *