Nusawarta.id, Jakarta — Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 dalam kondisi aman dan harga terkendali. Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Pertanian selama bulan Ramadan hingga mendekati hari raya.
Dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2026), Sudaryono menegaskan bahwa seluruh komoditas pangan strategis berada dalam kondisi cukup dari sisi pasokan maupun stabil dari sisi harga. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi atau kerbau, telur, gula, hingga minyak goreng.
“Saya sampaikan bahwa seluruh komoditas strategis menghadapi Idulfitri dalam kondisi aman,” ujar Sudaryono.
Ia menjelaskan, indikator “aman” tidak hanya merujuk pada kecukupan stok, tetapi juga mencakup upaya pemerintah dalam menjaga harga agar tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), terkendali, serta tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Baca Juga : Sidak Pasar Jelang Lebaran, Pemprov Jateng Pastikan Harga Bapokting Stabil
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turut memastikan bahwa tidak hanya stok pangan, tetapi juga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) berada dalam kondisi mencukupi selama periode mudik dan Lebaran. Ia menyebut, pemerintah telah mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk dampak situasi geopolitik global.
“Stok pangan dan BBM kita aman dan ketersediaannya cukup, bahkan lebih dari cukup,” kata Zulkifli Hasan usai melepas peserta program Mudik Ceria di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa cadangan energi nasional telah dihitung secara matang dan dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 30 hari ke depan. Hal ini dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama arus mudik dan libur panjang Lebaran.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mengintensifkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga di pasar. Salah satu strategi yang dilakukan adalah penyelenggaraan pasar murah secara masif di berbagai daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga desa.
Program tersebut melibatkan dukungan anggaran dari pemerintah daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur. Selain itu, subsidi harga juga telah disalurkan melalui berbagai skema, termasuk pemanfaatan dana tertentu untuk menjaga daya beli masyarakat.
Baca Juga : Kemensos Salurkan Jadup Rp3,12 Miliar untuk Korban Banjir Aceh Utara
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok maupun lonjakan harga yang signifikan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan serta energi dapat terus terjaga hingga puncak perayaan Idulfitri 2026.












