Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui pengembangan budi daya ikan nila berbasis bioflok di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Program bertajuk “Budi Daya Ikan Tematik Nila Bioflok” tersebut berlokasi di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, dan mulai beroperasi sejak Desember 2025 di bawah pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Saat ini, terdapat 24 kolam budidaya yang dikelola untuk mendukung pasokan pangan bergizi bagi dapur MBG.
Kepala Desa Sidomukti, Heru Hudiyono, mengapresiasi bantuan dan pendampingan yang diberikan KKP melalui program tersebut. Menurutnya, program budidaya ikan nila membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa.
“Ini bermula dari bantuan perikanan dari KKP. Terima kasih sekali dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sehingga hari ini kami sudah berhasil melaksanakan panen perdana,” ujar Heru saat ditemui di lokasi budidaya, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga : Pemerintah Minta Maaf Lagi Soal Blackout, Dirut PLN Perlu Dievaluasi?
Program budidaya nila tersebut menggunakan sistem bioflok, yakni metode budidaya yang memanfaatkan limbah organik berupa sisa pakan dan kotoran ikan untuk diolah kembali menjadi sumber pakan alami dengan bantuan bakteri Bacillus.
Penyuluh Perikanan Ahli Pertama yang ditugaskan di Kebumen, Febri Rizki Setiyono, menjelaskan sistem bioflok mampu meningkatkan efisiensi pakan sekaligus menekan angka kematian ikan.
“Sistem bioflok ini memanfaatkan limbah organik yang diurai oleh bakteri Bacillus sehingga bisa menjadi makanan ikan kembali. Karena itu efisiensi penggunaan pakan cenderung lebih baik dibanding sistem konvensional,” kata Febri.
Budidaya nila di Desa Sidomukti tercatat berhasil melakukan panen perdana pada 16 Mei 2026 dengan hasil hampir 2.000 ekor ikan. Produksi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dua dapur MBG di wilayah Kebumen.
Ketua KDMP Sidomukti, Sumarlan, mengatakan hasil panen perdana telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Candiwulan dan SPPG Kedung Puji.
“Alhamdulillah panen perdana sudah mencukupi kebutuhan dua MBG. Untuk SPPG Candiwulan sekitar 800 ekor atau 81 kilogram, sedangkan untuk Kedung Puji sekitar 840 ekor atau 82 kilogram,” ujar Sumarlan.
Sementara itu, Kepala SPPG Adimulyo Candiwulan 2, Kebumen, Nuzul Abdusysyakur Ahmad, mengaku pihaknya berencana memasukkan menu ikan nila dalam sajian MBG sebanyak dua kali dalam sepekan.
Baca Juga : Firman Soebagyo Soroti Kesejahteraan Guru, Sebut Pengabaian Negara Langgar Konstitusi
Menurut Nuzul, kerja sama dengan KDMP Sidomukti memberikan sejumlah keuntungan, mulai dari harga yang lebih ekonomis hingga ikan yang sudah siap diolah.
“Per kilogram harganya Rp28 ribu dengan kondisi ikan sudah dibersihkan, mulai dari sisik hingga bagian dalamnya. Jadi lebih praktis dan memudahkan untuk diolah,” tutur Nuzul.












