Wamenekraf Dorong Literasi Digital Terintegrasi dalam Gim Lokal

  • Bagikan
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menerima audiensi Bukalapak melalui unit Lapak Gaming di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (7/1/2025). (Foto: Kementerian Ekonomi Kreatif/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan pentingnya integrasi literasi digital dalam pengembangan gim lokal sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang sehat dan berkelanjutan. Pemerintah, kata Irene, mendukung penuh kegiatan gim yang dirancang secara bertanggung jawab serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Pemerintah mendukung kegiatan gim yang dirancang secara bertanggung jawab dan berdampak. Program seperti Gaming Battle Arena Series 3 perlu diarahkan tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi, penguatan literasi digital, serta membuka peluang pasar bagi gim lokal,” ujar Irene dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan Irene dalam audiensi bersama Bukalapak melalui unit Lapak Gaming yang berlangsung di Jakarta, Rabu (7/1). Pertemuan itu membahas rencana penyelenggaraan Lapak Gaming Battle Arena Series 3 sekaligus program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk Lapak Main yang berfokus pada peningkatan literasi digital.

Irene menilai subsektor gim memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Selain menjadi motor ekonomi baru, industri gim juga berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang berintegritas serta menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi talenta kreatif Indonesia.

Baca Juga : Menekraf Tinjau Kampung Batik Kauman dan Solo Night Market Saat Libur Nataru

Lapak Gaming Battle Arena Series 3 dirancang sebagai wadah kolaborasi komunitas gim sekaligus etalase bagi gim lokal hasil pembinaan Kementerian Ekonomi Kreatif. Ajang ini juga diharapkan mampu mendorong literasi digital dan penggunaan gim yang sehat melalui program CSR Lapak Main.

Sebagai tindak lanjut dari audiensi tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif merekomendasikan partisipasi gim lokal binaan, seperti GameSeed dan GIMERSIA, untuk ditampilkan dalam Lapak Gaming Battle Arena Series 3. Langkah ini ditujukan agar gim karya anak bangsa semakin dikenal luas dan memperoleh akses pasar yang lebih besar.

Baca Juga  Banjir Sumatera dan Momentum Reforma Agraria

Sebelumnya, Kementerian Ekonomi Kreatif dan Bukalapak juga telah mengeksplorasi berbagai inisiatif kolaboratif lainnya, antara lain aktivasi luring melalui jaringan Mitra Bukalapak, penguatan sistem pembayaran digital, serta pemanfaatan data sebagai dasar perumusan kebijakan di sektor ekonomi kreatif.

Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana menekankan bahwa kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif merupakan kunci dalam membangun ekosistem gim yang inklusif dan berkelanjutan. Menurut dia, sinergi ini dapat membuka peluang yang lebih luas bagi talenta kreatif Indonesia untuk berkembang.

Lapak Gaming Battle Arena Series 3 mengusung tema “It Goes Beyond Tournaments” dan dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Januari 2026 di Piazza Gandaria City, Jakarta. Acara ini ditargetkan menarik sekitar 5.000 pengunjung dari berbagai kalangan komunitas gim.

Ajang tersebut tidak hanya menonjolkan aspek kompetisi, tetapi juga kesamaan passion, kreativitas, dan semangat komunitas. Lapak Gaming Battle Arena Series 3 diharapkan menjadi ruang di mana budaya gim tidak sekadar dipertandingkan, melainkan juga dialami dan dirayakan bersama.

Baca Juga : Kemenekraf Tegaskan Dukungan Penuh untuk “100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert”

“Melalui Lapak Gaming Battle Arena Series 3, kami ingin menghadirkan ruang yang lebih luas bagi komunitas gim, termasuk memperkenalkan gim lokal agar semakin dikenal publik dan mendapatkan akses pasar yang lebih besar,” kata Victor.

Selain turnamen dan aktivitas komunitas, Bukalapak juga menyiapkan program CSR Lapak Main. Program ini mencakup pengumpulan donasi buku dan mainan, donasi mikro dari transaksi Lapak Gaming dan Itemku, sesi edukasi mengenai penggunaan gim yang sehat dan seimbang, serta penyediaan ruang bermain gim yang aman di sekolah dan kampus.

Melalui rangkaian program tersebut, pemerintah dan pelaku industri berharap industri gim nasional tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun generasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *