Nusawarta.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pelaksanaan ibadah kurban pada Idul Adha 2026 tetap aman dan terkendali meski jumlah hewan kurban mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, lonjakan jumlah hewan kurban diantisipasi melalui penguatan pengawasan dan penerapan standar kesehatan hewan yang lebih ketat.
“Kalau tahun lalu Pemprov DKI menyalurkan 160 ekor sapi, tahun ini menjadi 210 ekor sapi dan 10 kambing,” kata Rano, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, ratusan sapi tersebut berasal dari sejumlah pihak, yakni 160 ekor dari BUMD, 44 ekor dari Baznas Bazis, dan 6 ekor dari HIPMI. Sementara itu, total hewan kurban di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 68 ribu ekor selama tiga hari Tasyrik.
Menurut Rano, peningkatan jumlah hewan kurban menjadi perhatian serius Pemprov DKI. Untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan sesuai ketentuan, sebanyak 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan 484 juru sembelih halal (Juleha) diterjunkan ke berbagai lokasi penyembelihan.
Baca Juga : MK Tegaskan Kuota 30 Persen Perempuan, NasDem: Momentum Benahi Rekrutmen Politik
“Mereka bertugas memastikan ibadah kurban berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan sebelum penyembelihan (ante-mortem) hingga setelah pemotongan (post-mortem). Langkah tersebut dilakukan guna memastikan daging kurban memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Rano menegaskan, peningkatan jumlah hewan kurban juga dibarengi dengan penguatan kapasitas juru sembelih serta pengawasan distribusi daging di lapangan.
“Tiga hari ke depan ini jumlahnya luar biasa. Maka pengawasan harus jauh lebih ketat,” katanya.
Selain pengawasan kesehatan, Pemprov DKI turut mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan. Masyarakat diimbau tidak membuang darah maupun limbah hewan ke saluran air atau sungai karena dapat menimbulkan pencemaran dan bau tidak sedap.
Rano mencontohkan, pembuatan lubang penampungan darah di lokasi penyembelihan perlu menjadi standar yang diterapkan di seluruh titik kurban.
Baca Juga : DPRD DKI Ingatkan Kesiapan Infrastruktur dalam Penerapan Wajib Pilah Sampah
“Biasanya dibuat liang supaya darah tidak mengalir ke mana-mana. Itu sudah umum dan harus dipastikan dilakukan,” tuturnya.
Dengan berbagai langkah pengawasan tersebut, Pemprov DKI optimistis seluruh rangkaian ibadah Idul Adha, mulai dari salat hingga distribusi daging kurban, dapat berlangsung tertib dan kondusif.
“Yang pasti mudah-mudahan berjalan tertib dan aman,” ucap Rano.












