Kemenhaj RI Pastikan Konsumsi Jemaah Haji di Makkah Higienis, Gunakan Bumbu dan Beras Asli Indonesia

  • Bagikan
Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, melakukan supervisi dan pengecekan langsung dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah, Arab Saudi, Minggu (15/2/2026).(Foto: Humas Kemenhaj RI/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci berjalan optimal, higienis, dan tetap menghadirkan cita rasa Nusantara. Komitmen tersebut ditegaskan melalui supervisi dan pengecekan langsung dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah, Arab Saudi, pada Minggu (15/2/2026).

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, turun langsung meninjau proses penyediaan konsumsi untuk memastikan standar kualitas terpenuhi. Ia menegaskan bahwa layanan konsumsi merupakan salah satu aspek krusial dalam mendukung kelancaran dan kekhusyukan ibadah jemaah.

“Kami memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan konsumsi terbaik. Mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan harus memenuhi standar kualitas, kebersihan, dan cita rasa Nusantara,” ujar Irfan dalam siaran pers Kemenhaj RI.

Baca Juga : Anggota DPR RI Soroti Rencana Pengalihan Layanan Kesehatan Haji ke Kemenhaj

Menurutnya, penggunaan bumbu dan beras asli dari Indonesia merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan rasa yang familiar bagi jemaah. Langkah ini dinilai penting agar jemaah tetap merasa nyaman, terutama di tengah perbedaan budaya dan lingkungan selama berada di Tanah Suci.

“Penggunaan bumbu dan beras dari Indonesia adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan rasa yang akrab, sehingga jemaah dapat tetap fokus menjalankan ibadah,” katanya.

Dalam supervisi tersebut, pemerintah menegaskan agar seluruh dapur penyedia konsumsi menggunakan bumbu masak asli Indonesia, termasuk beras. Selain itu, proses pengolahan beras diminta mengikuti standar yang lazim diterapkan di Tanah Air, guna menjaga kualitas tekstur dan rasa nasi tetap sesuai selera jemaah.

Baca Juga  Mensos Siapkan Bantuan untuk Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta

Aspek kebersihan juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari area penyimpanan bahan makanan, proses memasak, hingga tahap pengemasan. Seluruh fasilitas dipastikan memenuhi standar keamanan pangan dan higienitas yang ketat.

Baca Juga : Sejumlah Aset Haji Belum Sepenuhnya Dialihkan ke Kemenhaj, Pemerintah Percepat Koordinasi

Kemenhaj RI juga menekankan pentingnya kapasitas produksi dan ketepatan distribusi. Dapur penyedia konsumsi harus mampu memenuhi kebutuhan sesuai jumlah jemaah, sekaligus memastikan makanan didistribusikan tepat waktu.

“Pelayanan konsumsi bukan hanya soal makanan tersedia, tetapi bagaimana kualitasnya terjaga, rasanya sesuai selera jemaah Indonesia, dan distribusinya tepat waktu,” tegas Irfan.

Supervisi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan haji yang profesional, terstandar, dan berorientasi pada kepuasan jemaah. Dengan pengawasan langsung serta penekanan pada kualitas bahan, higienitas, kapasitas produksi, dan cita rasa, pemerintah optimistis layanan haji Indonesia di Tanah Suci semakin membanggakan dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *