Nusawarta.id, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya memperkuat sektor perbenihan bawang putih guna menekan ketergantungan impor yang hingga kini masih tinggi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkecil kesenjangan antara kebutuhan nasional dengan kemampuan produksi petani dalam negeri
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, mengatakan ketersediaan benih yang belum optimal menjadi salah satu hambatan utama dalam meningkatkan produksi bawang putih nasional.
Menurutnya, komoditas bawang putih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang hingga saat ini masih bergantung pada pasokan dari luar negeri. Karena itu, penguatan sektor hulu melalui pengembangan perbenihan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian produksi.
“Komoditas bawang putih merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang hingga saat ini masih memiliki ketergantungan terhadap impor. Oleh karena itu, penguatan sektor hulu, khususnya perbenihan, menjadi kunci utama dalam membangun kemandirian produksi dalam negeri,” ujar Siti di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan, Fadjry Djufry, mengungkapkan kebutuhan impor bawang putih nasional saat ini mencapai sekitar 600.000 hingga 700.000 ton per tahun. Di sisi lain, kemampuan produksi dalam negeri masih berada di kisaran 50.000 ton.
Ia menjelaskan, Indonesia sebenarnya telah memiliki sejumlah varietas unggul yang mampu menghasilkan produktivitas tinggi, seperti varietas Lumbu Hijau dan Tawangmangu yang dapat mencapai 15 hingga 25 ton per hektare.
Namun demikian, menurutnya kesiapan teknologi serta pemetaan lahan potensial harus diiringi dengan dukungan anggaran yang konsisten agar program peningkatan produksi dapat berjalan optimal.
“Kita punya teknologinya, kita punya varietas unggulnya, dan kita sudah memetakan lahan potensial di atas 1.000 meter di atas permukaan laut mulai dari Sumatra hingga Sulawesi. Sekarang tinggal bagaimana kita berkolaborasi antara eksekutif dan legislatif untuk mendorong percepatan tanam secara masif,” jelasnya.
Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat produksi dalam negeri agar ketahanan pangan nasional tidak rentan terhadap ketergantungan impor.
Menurut Amran, Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri melalui peningkatan produksi domestik.
Baca Juga : Kemasan Beras SPHP 2 Kg Masih Tahap Desain, Mentan Pastikan Distribusi Segera Dipercepat
“Tidak boleh lagi kita bergantung pada negara lain untuk kebutuhan dasar kita sendiri. Kita harus produksi sendiri, kita harus kuat dari dalam,” tegasnya.
Meski pemerintah telah memetakan potensi lahan dataran tinggi sebagai sentra pengembangan bawang putih serta menyiapkan teknologi kultur jaringan untuk mendukung penyediaan benih unggul, upaya mencapai target swasembada tetap membutuhkan konsistensi kebijakan, dukungan anggaran, serta pemurnian varietas benih di tingkat lapangan.












