PLN Dukung Percepatan Proyek PSEL di Sejumlah Kota, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Energi

  • Bagikan
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) yang didampingi oleh Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo (ketiga dari kanan), Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra (kanan) ketika memantau langsung sistem kelistrikan Jawa, Madura & Bali di Control Room PLN UIP2B Jamali, Depok, Jawa Barat, Kamis (19/3). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyatakan komitmen penuh dalam mendukung percepatan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah wilayah Indonesia. Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) yang akan dilaksanakan di Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam menjawab persoalan pengelolaan sampah nasional sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru yang lebih berkelanjutan.

“PLN telah memetakan titik interkoneksi terdekat dari lokasi PSEL yang akan dibangun agar proses penyambungan lebih cepat dan efisien sesuai target pengembangan proyek,” ujar Darmawan di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Ia menegaskan, PLN siap berperan aktif dalam mendukung keberhasilan proyek melalui koordinasi intensif dengan pemerintah, Danantara Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi ini diharapkan mampu memastikan seluruh tahapan proyek berjalan selaras dan tepat waktu.

Selain itu, PLN juga mempercepat proses awal Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) yang selama ini dikenal memakan waktu cukup panjang. Dengan percepatan tersebut, tahapan yang biasanya berlangsung berbulan-bulan dapat dipersingkat guna mendukung percepatan realisasi proyek.

Baca Juga : Satpol PP DKI Usulkan Penambahan Personel Muda

Dalam skema PSEL, PLN bertindak sebagai offtaker atau pihak yang menyerap listrik hasil pengolahan sampah. Peran ini dinilai krusial untuk meningkatkan kelayakan proyek, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka akses pembiayaan bagi para pengembang.

Pengembangan PSEL diproyeksikan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, mulai dari pengurangan volume sampah di perkotaan, peningkatan kualitas lingkungan, hingga penambahan pasokan listrik berbasis sumber energi domestik.

“PLN menyambut baik penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah konkret percepatan proyek PSEL. Kami memastikan listrik yang dihasilkan dapat terintegrasi dalam sistem kelistrikan nasional dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” kata Darmawan.

Baca Juga  Komisi III DPR RI Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa groundbreaking lima proyek PSEL direncanakan dimulai pada Juni 2026. Proyek tersebut tersebar di Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar, dan Bandung Raya.

Menurut Qodari, proyek-proyek ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, serta Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 khusus untuk wilayah Bandung Raya. Setiap proyek ditargetkan mampu mengolah lebih dari 1.000 ton sampah per hari.

Ia merinci, PSEL Denpasar Raya dirancang berkapasitas 1.200 ton per hari dan melayani Kota Denpasar serta Kabupaten Badung. PSEL Kota Bekasi ditargetkan mengolah 1.400 ton per hari, sementara PSEL Bogor Raya mencapai 1.500 ton per hari.

Baca Juga : Pemerintah Tunggu DPR, Pembahasan RUU Pemilu Terancam Dikejar Waktu Menuju 2029

Untuk wilayah Yogyakarta Raya, proyek PSEL diproyeksikan berkapasitas 1.000 ton per hari dan akan melayani Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, serta Kabupaten Bantul. Adapun PSEL Bandung Raya direncanakan menjadi yang terbesar dengan kapasitas antara 1.853 hingga 2.131 ton per hari, melayani enam daerah di Jawa Barat.

Selain itu, proyek serupa di Kota Palembang saat ini telah memasuki tahap konstruksi dengan progres mencapai 74 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Pemerintah berharap seluruh proyek PSEL ini dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *