Gubernur DKI Jakarta Ikuti Forum Global PBB, Perkuat Diplomasi dan Inisiatif Kota Berkelanjutan

  • Bagikan
Gubernur DKI Jakarta saat kunjungan ke New York selama sepekan. (Foto: Ig_Pramono/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, akan berada di New York selama sepekan. Orang nomer 1 di DKI ini dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda di sana. Bersama Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, Pramono menghadiri pembukaan High Level Political Forum on Sustainable Development (HLPF) di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pramono menjadi Gubernur DKI pertama yang secara resmi diundang PBB untuk terlibat langsung dalam perumusan agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Apapun forum ini menjadi panggung strategis bagi para pemimpin dunia, diplomat, dan kepala pemerintahan daerah dalam membahas pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta tantangan global yang tengah dihadapi.

Baca Juga Pramono Siap Tambah Unit Jaklingko, Copot Sopir Ugal-ugalan

Pramono menilai kehadirannya di forum tersebut sebagai bentuk pengakuan bagi DKI Jakarta atas transformasi menuju kota global yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan.

“Jakarta bukan lagi hanya ibu kota administratif, tapi harus naik kelas sebagai kota global, sehingga penting bagi kamu untuk aktif dalam diplomasi global,” ujar Pramono dikutip dari Media Indonesia, Selasa, (15/7/2025).

Ia menambahkan, Jakarta tengah menjalankan sejumlah inisiatif penting, antara lain transisi energi bersih, digitalisasi layanan publik, serta penguatan ekonomi hijau berbasis komunitas.

Partisipasi Jakarta di Markas Besar PBB sejalan dengan inisiatif sebagai ASEAN Hub, yang memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kerja sama dan inovasi kawasan ASEAN. Upaya ini menegaskan peran diplomasi Jakarta dalam mewujudkan kota global yang tangguh dan adaptif.

Pramono menyatakan kehadiran Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, menunjukkan dukungan terhadap partisipasi kepala daerah dalam forum seperti HLPF. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa diplomasi Indonesia tidak hanya dijalankan pemerintah pusat, tetapi juga entitas sub-nasional yang makin diperhitungkan di kancah global.

Baca Juga  Arus Mudik Padat, Hampir 2 Juta Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta

Partisipasi Gubernur Jakarta turut memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang serius mengarusutamakan pembangunan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bagi kota-kota lain di Indonesia untuk lebih aktif dalam jaringan kota dunia seperti C40, UCLG, dan ICLEI.

HLPF 2025 berlangsung pada 14–23 Juli dengan tema Advancing Sustainable, Inclusive and Evidence-Based Solutions for the 2030 Agenda with No One Left Behind. Sebanyak 37 negara dijadwalkan menyampaikan Tinjauan Nasional Sukarela (Voluntary National Reviews/VNRs).

Indonesia akan memaparkan capaian, tantangan, serta praktik baik dalam implementasi SDGs di berbagai sektor dan tingkatan pemerintahan. (Ki/Red).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *