Menteri PU Percepat Pemulihan Konektivitas di Sumatera, Akses Darat Jadi Prioritas Utama

  • Bagikan
Kementerian PU terus mempercepat pemulihan infrastruktur konektivitas pasca bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. (Foto: Kementerian PU/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur konektivitas di wilayah Sumatera pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah provinsi. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah membuka seluruh akses darat agar distribusi bantuan kemanusiaan serta mobilisasi alat berat dapat berlangsung tanpa hambatan.

“Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja erat dengan BPBD dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif,” ujar Dody dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Kementerian PU mencatat, berdasarkan identifikasi Balai Teknis per 2 Desember 2025, terdapat 253 titik longsor dan 86 titik banjir yang merusak jaringan jalan nasional di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di Provinsi Aceh, tercatat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional serta 14 jembatan yang putus. Kondisi banjir di beberapa titik bahkan masih mencapai 80 sentimeter, sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat.

Baca Juga : Deforestasi Mempercepat Bencana: Sumatra Jadi Peringatan, Kalimantan Menyusul?

“Sebagian besar jalur sudah kita upayakan. Beberapa daerah penting hari ini sudah bisa diakses tetapi belum sepenuhnya terbuka, termasuk jalur dari Sumatera Utara ke arah Tapanuli. Untuk Aceh juga masih ada banjir di sejumlah titik sehingga alat berat belum bisa masuk,” jelas Dody.

Sementara itu, di Sumatera Utara, terdapat 144 titik longsor dan 20 titik banjir yang mengakibatkan kerusakan pada 25 ruas jalan nasional serta 4 jembatan. Jalur menuju kawasan Tapanuli — yang menjadi satu-satunya akses logistik darat — masih menjadi fokus penanganan.

Baca Juga  Pemerintah Kembali Berikan Diskon Tarif Transportasi Selama Libur Sekolah 2026

“Fokus kita hari ini adalah membuka konektivitas pantai utara Sumatera menuju Tapanuli. Bila alat berat kurang, kita mobilisasi dari provinsi terdekat seperti Riau, Bengkulu, dan Lampung,” katanya.

Di Sumatera Barat, tercatat 63 titik longsor dan 32 titik banjir yang mengganggu 30 ruas jalan nasional serta merusak 3 jembatan.

Untuk mempercepat pemulihan konektivitas infrastruktur, Kementerian PU mulai memasang Jembatan Bailey di sejumlah jembatan yang terputus. Selain itu, berbagai langkah penanganan darurat dilakukan, mulai dari pengisian agregat dan aspal pada titik amblas, pemasangan bronjong dan geotekstil, pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT), penutupan lereng longsoran dengan terpal, hingga penimbunan ulang dan pemadatan badan jalan.

Dody menyampaikan bahwa sejumlah jalur strategis sudah menunjukkan perkembangan positif.

“Di Sigli–Bireuen dan arah Sibolga, akses sudah terbuka. Kemarin kendaraan kecil yang bisa lewat, hari ini truk kecil sudah bisa masuk sehingga bantuan bisa segera bergulir. Ini krusial karena sebelumnya bantuan harus lewat laut,” katanya.

Baca Juga : Banjir dan Longsor Renggut Ribuan Rumah di Sumatera, MUI Serukan Muhasabah Nasional

Kementerian PU menargetkan seluruh pekerjaan penanganan darurat dapat selesai paling lambat 16 Desember 2025, guna memastikan kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Untuk mengatasi dampak bencana secara cepat, Balai-Balai Teknik Kementerian PU bekerja secara terpadu selama 24 jam, tidak hanya untuk membuka ruas jalan nasional, tetapi juga melakukan pembersihan material longsor dan banjir bandang, membantu pencarian korban, menata alur sungai, melakukan normalisasi, membersihkan sedimen, dan membuka jalur darurat.

Dody berharap kondisi cuaca dapat membaik sehingga proses percepatan perbaikan infrastruktur berjalan lancar.

“Kami akan terus berada di lapangan dan memastikan seluruh akses kritis dapat kembali tembus sesegera mungkin,” tegasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *